Tanggulangi Banjir, Kemenpupera Benahi Kawasan Hulu dan Hilir

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) akan fokus pada sektor hulu untuk menanggulangi masalah banjir di Jakarta dan sekitarnya. Kemenpupera akan melakukan normalisasi sungai di Bogor dan revitalisasi situ untuk penampungan air di Jakarta, Bogor, dan Bekasi, termasuk penanganan kawasan hilir di pantai utara Jakarta.

Normalisasi Kali Pesanggrahan

Normalisasi Kali Pesanggrahan

“Revitalisasi situ merupakan salah satu upaya Kemenpupera untuk menanggulangi banjir selain normalisasi kali-kali besar dan pembuatan tanggul di beberapa segmen kali. Normalisasi kali-kali besar juga terus dilakukan seperti di Sungai Ciliwung-Cisadane untuk menahan lebih bangak air yang masuk ke aliran sungai,” ujar Dirjen Sumber Daya Air Kemenpupera, Mudjiadi, di Jakarta, Selasa (16/2).

Revitalisasi sudah dilakukan di Situ Kebantenan yang mampu meningkatkan kapasitas tampung air dari 139 ribu m3 menjadi 180 ribu m3. Revitalisasi juga dilakukan di Situ Cikaret, Situ Gedong, dan Situ Cimanggis di Bogor. Sementara di Tangerang, Situ Cipondoh, Situ Kelapa Dua, dan Situ Cangkring yang bisa menambah tampungan debit banjir hingga 120 ribu m3.

Tahun ini Kemenpupera akan melanjutkan revitalisasi situ di Bogor, antara lain Situ Cilala, Cibodas, dan Singabangsa. Untuk antisipasi banjir di kawasan barat dan selatan Jakarta diantisipasi dengan melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan, Angke, dan Sunter (PAS). Saat ini panjang tanggul yang sudah selesai dibangun di sepanjang aliran PAS mencapai 22,8 km dari target 42,7 km. Salah satu kendala normalisasi sungai adalah  masalah pembebasan lahan.

“Tahun 2016 Kemenpupera mengalokasikan anggaran sekitar Rp115 miliar untuk kelanjutan pembangunan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT), pembangunan inlet dan outlet sodetan Kali Ciliwung ke KBT dengan anggaran Rp80 miliar. Kemudian untuk Kanal Banjir Barat (KBB) alokasinya Rp69,6 miliar,” imbuhnya.

Anggaran ini di luar biaya pemeliharaan untuk ratusan unit pompa yang disiagakan di berbagai wilayah. Perinciannnya 101 pompa di Jakarta Timur, 106 pompa di Jakarta Barat, 34 pompa di Jakarta Pusat, 101 di Jakarta Utara, dan 77 pompa di Jakarta Selatan. Kemudian untuk penanganan hilir sungai di kawasan Jakarta Utara perhatian lebih ditujukan dengan dua paket pembangunan pengamanan pantai dengan anggaran Rp72 miliar dan Rp77 miliar.

Dalam jangka panjang Kemempupera akan membangun dua bendungan di Ciawi dan Sukamahi dengan anggaran Rp43,1 miliar dan Rp36,6 miliar. Volume Bendungan Ciawi sebesar 6,45 juta m3 dan bisa mereduksi banjir hingga 160 m3/detik, sementara Bendungan Sukamahi volumenya 1,68 juta m3 untuk mengurangi banjir hingga 29 m3/detik. “Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah Belanda dan Korea Selatan untuk pencegahan banjir dan pengembangan kawasan perkotaan,” pungkasnya.

housing-estate.com