Properti Botabek Terdongkrak Pembangunan Infrastruktur

Big Banner

Jakarta – Proyek pembangunan infrastruktur Jalan Tol JORR 2 dan sarana transportasi kereta ringan (light rail transit/LRT) diperkirakan mendongkrak pertumbuhan pasar properti komersial di Bogor-Tangerang-Bekasi (Botabek) dalam lima tahun mendatang.

“Pasti pengaruh infrastruktur besar. Apalagi LRT adalah sesuatu hal (sarana) yang baru. Karena orang punya ekspektasi keuntungan dengan adanya infrastruktur tersebut, sehingga otomatis harga juga akan tinggi,” kata Vice President Advisory Services Coldwell Banker Commercial Dani Indra Bhatara, di Jakarta, belum lama ini.

Dia mengatakan, dalam 10 tahun ke belakang, pertumbuhan pasar properti di Jabodetabek mencapai 20-35% secara kumulatif. Dengan adanya infrastruktur baru seperti jalan tol dan kereta ringan, diharapkan pertumbuhan tersebut tumbuh lebih cepat dalam lima tahun ke depan.

Data Coldwell Banker Commercial Indonesia menyebutkan, selama 10 tahun terakhir, properti di Bogor meningkat dengan adanya jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Pada periode tersebut, terjadi kenaikan pasokan jumlah kamar hotel sekitar 13% per tahun, sedangkan sektor ritel tumbuh di kisaran 7,3% per tahun. Sedangkan, sektor apartemen baru tumbuh pada 2014 dengan mencatatkan sejumlah 866 unit apartemen yang selesai di tahun tersebut.

“Kalau sektor perkantoran belum tumbuh di Bogor. Sektor ini unik, karena untuk pemilihan lokasi kantor, biasanya perusahaan mempertimbangkan branding dan hal lainnya,” katanya.

Dalam lima tahun ke depan, pengembangan apartemen di Bogor akan sangat signifikan, yakni mencapai hampir 9 kali lipat dari pasokan tahun 2015. Sementara, sektor hotel dan ritel juga diperkirakan mengalami kenaikan masing-masing 88% dan 50% dibandingkan 2015.

Investor Daily

Laila Ramdhini/EDO

Investor Daily

beritasatu.com