Para Pengusaha Ancam Boikot UU Tapera

Big Banner

Kalangan pengusaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), berada di barisan paling depan, menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Mereka menilai keberadaan regulasi baru tersebut hanya akan menambah beban pengusaha dan menjadikan iklim usaha kian tidak kondusif.

Ancaman boikot pun bergulir. Salah satunya dari Ketua Umum Apindo Haryadi B. Sukamdi.

”Kami menolak RUU Tapera tersebut karena tidak sejalan dengan program Apindo saat ini. Jika memang dipaksakan, kami akan memboikotnya! Jika perlu, kami akan perjuangkan hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK),’’ ujar Haryadi menegaskan.

Haryadi menambahkan, jika RUU ini disahkan menjadi undang-undang, nantinya hanya akan membuat para investor di Tanah Air, menarik diri.

Baca juga: Undang-undang Tapera Segera Disahkan

Menurutnya, selama ini pelaku usaha sudah terbebani biaya sebesar 10,24 hingga 11,74 persen dari penghasilan pekerja. Biaya itu digunakan untuk program jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, serta cadangan pesagon berdasarkan penghitungan aktuaria sebesar 8 persen.

Apabila kemudian ditambah dengan rata-rata kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dalam lima tahun terakhir sebesar 14 persen, total beban pengusaha bisa mencapai 35 persen.

’’Pengesahan RUU Tapera jelas akan memberatkan dunia usaha yang saat ini tengah menikmati berbagai fasilitas yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi,’’ tuturnya.

Baca juga: Lima Masukan DPR RI untuk Tapera

Sementara, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengungkapkan, RUU Tapera menjadi tumpang tindih dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pasalnya, BPJS pun mewajibkan pekerja membayar iuran setiap bulannya.

Apabila RUU Tapera disahkan, kata Rosan, pekerja juga akan semakin terbebani karena pungutan 2,5 persen dari gaji.

’’Kami melihat pemerintah ingin mendorong dunia usaha makin kompetitif dan menciptakan lapangan pekerjaan. Hanya saja jika dalam pelaksanaannya malah menambah beban pengusaha, itu hanya akan membuat dunia usaha tidak kompetitif,’’ ujar Rosan. (Ing/Vri)

Laporan: Andi David Sanders

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me