2015, Harga Apartemen Stagnan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pelemahan sektor properti khususnya apartemen sangat terasa pada sepanjang tahun 2015 lalu. Menurut Tommy H. Bastamy, Director Advisory Coldwell Banker Commercial, sebuah perusahaan penyedia jasa dan services real estate, harga rata-rata apartemen stagnan atau tidak mengalami pertumbuhan yang berarti.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Sepanjang triwulan keempat 2015 pertumbuhan harga apartemen hanya 0,87 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena terbatasnya permintaan selain banyaknya peluncuran proyek baru yang menyasar segmen menengah bawah dengan penawaran harga yang lebih rendah dibandingkan harga rata-rata pada periode sebelumnya,” katanya saat paparan Indonesia Market Overview Q4 2015 di Jakarta, Kamis (18/2).

Pasokan apartemen paling banyak di Jakarta sebesar 45 persen, sementara di Bodetabek, Bandung, dan Surabaya sekitar 46 persen. Porsi kota-kota besar lain di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi hanya 9 persen. Suplai di luar Jabodetabek yang cukup kecil itu disebabkan pengembangannya  baru dimulai lima tahun terakhir, bahkan beberapa kota baru mulai tiga tahun belakangan.

“Konsumennya juga bukan dari kota tersebut tapi banyak dari luar kota. Apartemen umumnya disewakan kepada kalangan pekerja industri, bisnis, dan mahasiswa. Mereka adalah investor yang mengharapkan capital gain dan pendapatan sewa,” imbuhnya.

housing-estate.com