Jalan Sekitar Waduk Jatigede Banjir, Pemerintah Tolak Disalahkan

Big Banner

SUMEDANG, KOMPAS.com – Jalan penghubung Sumedang (Darmaraja) menuju Wado di Kampung Batok, Desa Sukamenak, dibanjiri air setinggi 30 centimeter. Daerah itu memang masuk kawasan genangan Waduk Jatigede.

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Mudjiadi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/2/2016) menegaskan bahwa hal tersebut bukan imbas percepatan penggenangan Waduk Jatigede.

“Karena saat ini proses penggenangan masih sesuai jadwal,” tukas Mudjiadi.

Menurut Mudjiadi, penggenangan Waduk Jatigede hingga ketinggian +260 diproyeksikan selesai pada Maret tahun ini. Sekarang penggenangan sudah masuk pada ketinggian +240.

Supaya cepat penuh untuk selanjutnya dioperasikan, kata Mudjiadi, pintu irigasi harus ditutup. Namun sekarang pintu irigasi dibuka, sehingga mengaliri air antara 90-100 meter kubik per detik dan pola tanam di daerah irigasi Rentang tidak terganggu.

“Menteri Pertanian juga kemarin minta agar dibuka karena jadwal tanam di sana agak terganggu,” jelas Mudjiadi.

Berdasarkan data per 18 Februari 2016, ketinggian air sudah mencapai +240,41 dengan total volume 369.236.817 meter kubik dan meliputi lahan seluas 2.280 hektar.

Seperti diketahui, Waduk Jatigede memiliki luas permukaan 41,22 kilometer persegi dan mampu menampung 980 juta meter kubik air.

Dibangunnya Waduk Jatigede bertujuan untuk irigasi lahan persawahan seluas 90.000 hektar penyediaan air baku dengan kapasitas 3,5 meter kubik per detik.

Air baku ini akan dialirkan ke wilayah Sumedang, Majalengka, dan Cirebon. Tujuan lainnya adalah sebagai sumber tenaga listrik dengan kapasitas 110 megawatt dan juga sebagai salah satu objek pariwisata serta sarana pengendali banjir.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me