Akhirnya, Ponpes “Ndeso” Darul Ulum Punya Rumah Megah

Big Banner

JOMBANG, KOMPAS.com – “Saya sangat bersyukur amat mendalam atas bantuan pemerintah yang menolong para santri. Pondok pesantren kami ini adanya di pelosok. Bisa dikatakan sangat ndeso, karena itu saya sangat berterima kasih bisa ada bangunan yang megah seperti ini”.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Mustain Hasan tak henti mengucapkan rasa syukurnya tersebut saat peresmian Rumah Susun (rusun) Ponpes Darul Ulum, Sabtu (20/2/2016). 

Rasa syukur dan terima kasih ini diucapkan Mustain di hadapan Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Selama ini, tutur Mustain, pembangunan ponpes dilakukan dengan cara meminta bantuan kepada mereka yang dianggap mempunyai rezeki lebih dan dermawan.

Mustain pernah juga meminta bantuan kepada Kementerian Agama, mengandalkan bantuan dana bantuan operasional sekolah (BOS), atau bantuan masyarakat sekitar ponpes.

Bantuan terpaksa diajukan karena santri yang mondok di Ponpes Darul Ulum rata-rata masyarakat ekonomi lemah.

“Karena kondisi itulah, kami selaku pihak pesantren tidak bisa meminta dan mengandalkan bantuan kepada wali murid,” ujar Mustain.

Sementara itu, Basuki menimpali pengembangan rusun Ponpes Darul Ulum ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membantu masyarakat.

Dia berharap rusun baru ini bermanfaat bagi para santri agar bisa mencari ilmu sebanyak mungkin. Santri pintar saja, menurut Basuki, tidak cukup untuk saat ini.

Santri harus memiliki akhlak yang karim. “Keberadaan kita harus bisa menjadi sangat bermanfaat bagi orang banyak,” ucap Basuki yang didampingi Sesditjen Penyediaan perumahan Eko Heripoerwanto, dan Direktur Rumah Susun Ditjen Penyediaan perumahan Robert Marbun.

Rusun Ponpes Darul Ulum Kepudoko Jombang dibangun 3 lantai dengan luas 1.520 meter persegi.

Terdiri dari 6 barak besar dan 6 barak kecil, dan akan diisi 348 santri. Rusun ini dilengkapi MCK komunal pada setiap lantainya.

Selain itu juga disediakan tempat tidur tingkat dan lemari pakaian untuk setiap unitnya. Fasilitas ini dimaksudkan untuk tujuan agar anak didik melaksanakan kegiatan belajar secara maksimal.

Adapun biaya pembangunan rusun ini senilai Rp 7,6 miliar.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me