Ahok: “Banyak Rumah Susun di Jakarta Sudah Tak Layak Huni”

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan banyak sekali rumah susun di DKI Jakarta yang sudah tidak layak huni. Untuk itu, pihaknya menyambut baik bantuan dari berbagai pihak terkait rencana memperbaiki rusun-rusun yang sudah tak layak huni tersebut.

“Banyak rumah susun di DKI Jakarta yang sudah tidak layak huni. Kecil dan mutunya sangat jelek,” ujar Ahok, begitu dia biasa disapa, saat menerima bantuan perbaikan rumah susun di Cipinang Besar dari Bank BTN. Bank BUMN ini memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan corporate social responsibility (CSR). Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Dirut Bank BTN Maryono kepada Basuki Tjahaja Purnama.

Lebih lanjut Ahok mengatakan ke depannya, Pemprov DKI Jakarta akan membangun rusun minimal 16 lantai. “Ukuran unit rusunnya 32 m2-36m2. “Karena masih banyak warga Jakarta belum mampu beli rumah. Tiap tahun Pemrov DKI menargetkan bisa membangun 50.000 unit rumah susun sewa sederhana,” katanya.

Sementara itu Direktur Utama BTN Maryono mengatakan bantuan CSR yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta ini dapat digunakan sebaik-baiknya. “Kami bangga mendapatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi memperbaiki fasilitas di wilayah Jakarta,” tuturnya.

Sebelum penyerahan bantuan tersebut, mengambil lokasi di seputaran Senayan, Bank BTN menggelar “BTN Homerun in Harmony” dengan jarak sekitar 5 KM. Acara ini merupakan puncak dari kegiatan dalam rangka HUT Ke-66 Bank BTN.

Lebih dari 10.000 peserta mengikuti kegiatan ini. BTN menjamu peserta dengan makan kuliner khas Betawi dan menghadirkan grup Slank pada acara homerun tersebut. “Ini adalah ungkapan rasa syukur atas HUT ke-66 Bank BTN dan kami keluarga besar Bank BTN turun ke jalan bergabung dengan masyarakat Jakarta,” kata Maryono.

Maryono menjelaskan eksistensi Bank BTN ke-66 tahun hadir untuk negeri sudah melewati banyak peristiwa hingga pada akhirnya BTN seperti saat ini. BTN telah melewati masa penjajahan Belanda dan Jepang. BTN juga telah melewati pasang surut ekonomi makro yang berdampak pada ekonomi nasional.

“Sekarang kami telah menjadi bagian 10 bank terbesar di Indonesia dan BTN masuk pada urutan ke 7. Ini adalah lompatan yang luar biasa dan kami akan terus mendorong melalui program trasformasi bisnis dengan layanan world class untuk meningkatkan posisi BTN lebih baik ke depannya,” tutur Maryono. (DHP)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me