2016, Rumah Pintar Makin Trendi

Big Banner

Tahun ini, tren rumah pintar akan semakin marak di Indonesia. Konsep smart home atau rumah pintar, bukan sekadar banyak teknologi dihubungkan, namun bagaimana mengefisensikan sistem di dalamnya.

Rumah pintar adalah desain rumah yang menggunakan teknologi smart system, khususnya minimalisasi penggunaan listrik. Dengan gadget yang dimiliki, pemilik rumah bisa mengatur pengelolaan lampu atau mengecek penggunaan listrik dari jarak jauh.

Tidak hanya dari sisi perangkat teknologi, rumah pintar juga akan mendorong para produsen material bangunan untuk menciptakan produk-produk dengan teknologi nano, tahan kotor, sekaligus mampu menyesuaikan dengan suhu tubuh secara otomatis.

Baca juga: Mengadopsi Smart Home Lebih Menguntungkan

Pasalnya, bangunan yang sesuai dengan visi 10-20 tahun ke depan adalah model hunian hemat energi, menggunakan material ramah lingkungan, sehat, nyaman, tidak banyak menggunakan bahan kimia, dan mampu meningkatkan produktivitas penghuninya. Jadi, tidak semata-mata orang berpikir memiliki rumah yang bagus secara desain dan kuat secara struktur.

Hanya saja, sistem rumah pintar terbilang masih mahal. Kendati demikian, orang-orang mulai berpikir untuk berinvestasi dengan hunian seperti ini.

Baca juga: Memaksimalkan Energi Positif Ruang Kerja di Rumah

Menyikapi tren ini, CEO Nest Tony Fadell, bahkan meramalkan bahwa dalam satu dekade ke depan semua peralatan listrik di rumah akan terhubung dengan internet. Nest adalah sebuah perusahaan produsen rumah terintegrasi yang sudah dibeli Google.

Untuk mengakomodasi era smart home, Nest telah melebarkan sayap bisnisnya di Asia. Bekerja sama dengan provider dari Jepang, mereka menawarkan sistem rumah pintar yang bisa dipasang sendiri oleh konsumen.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me