Gipsum Gyproc Akan Naikkan Kapasitas Produksi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Papan gipsum kian lazim digunakan untuk plafon dan partisi dinding. Bahan ini lebih praktis dan ringan dibandingkan material konvensional. Salah satu produk gipsum adalah Gyproc yang telah masuk ke Indonesia sejak tahun 2007 dan mengoperasikan pabriknya di Cikande, Serang, Banten, pada Oktober 2014. Pabrik Indonesia ini menjadi salah satu dari 139 pabrik Gyproc di seluruh dunia.

gipsum-gyproc

“Sejak November 2014 hingga sekarang kapasitas produksi kami 20 juta m2, pabrik kami sendiri untuk full capacity bisa mencapai 30 juta m2/tahun. Tahun 2016 ini kami menargetkan pertumbuhan mencapai 20 persen dengan utilisasi pabrik sudah mencapai 80 persen,” ujar Hantarman Budiono, Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia, produsen Gyproc, kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (19/2).

Dengan sudah beroperasinya pabrik Indonesia, Hantarman menyebut ingin masuk ke semua segmen khususnya seluruh proyek properti di Indonesia baik berupa residensial, highrise building, dan industrial. Terlebih produk gipsum Gyproc saat ini juga sudah sangat berkembang mulai dari produk standar hingga untuk kebutuhan desain khusus yang rumit.

Tersedia juga produk-produk khusus untuk kebutuhan tertentu seperti AquaLine untuk penggunaan ruang basah, FireLine untuk penghambat api, TopLine untuk plafon, BaseLine untuk dinding partisi, hingga GypFrame untuk sistem rangka plafon dan partisi dengan ketebalan mulai 9 mm-19 mm dengaan harga mulai Rp56 ribu/piece (ukuran 1,2×2,4 m tebal 9 mm).

“Produk gipsum bisa memberikan sentuhan berbeda dibandingkan bahan material lainnya dan lebih bisa menjawab tuntutan artistik maupun estetis. Penggunaannya lebih fleksibel dan mudah dimodifikasi sehingga bisa menjaga estetika tanpa melupakan fungsi utama dari material ini,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me