Prospek Penjualan Indonesia Property Expo 2016 Capai Rp3,7 Triliun

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Meskipun Bank BTN sebagai sponsor utama dan penyelenggara Indonesia Property Expo 2016 mematok target transaksi kredit pemilikan rumah dan kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA) selama pameran (13-21 Februari 2016) di JCC, Jakarta, sebesar Rp2 triliun, pihak AdHouse sebagai penyelenggara mengungkapkan hingga hari penutupan pameran kemarin prospek penjualan properti di ajang tersebut ditaksir mencapai Rp3,7 triliun.

“Peserta pameran tidak mau mengungkapkan secara persis berapa nilai penjualan propertinya, tapi mereka menyebutkan bahwa prospek penjualan mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp3,7 triliun,” ujar Soedirman Zakaria, Chairman Adhouse Indonesia Cipta saat memberikan sambutan dan laporan kegiatan pada penutupan Indonesia Property Expo 2016 di Jakarta, Minggu (21/2).

Menurut dia total unit rumah/apartemen yang terjual selama pameran berlangsung mencapai 1.183 unit dengan nilai booking fee mencapai Rp320 miliar. “Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi kita semua.  Indonesia Property Expo 2016 yang diselenggarakan dan disponsori Bank BTN adalah yang terlengkap, dimana properti dari harga termurah sampai harga termahal dipamerkan di sini,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Bank BTN  Mansyur S. Nasution yang secara resmi menutup pameran mengatakan puas dengan penyelenggaraan pameran kali ini. “BTN menargetkan jumlah pengunjung pameran selama seminggu ini mencapai di atas 300.000 pengunjung dan sampai hari ini jumlah pengunjung yang datang ke Indonesia Property Expo 2016 sudah jauh di atas itu,” kata Mansyur.

Indonesia Property Expo 2016 didukung oleh hampir 250 pengembang dengan lebih dari 650 proyek perumahan yang tersebar di Jabodetabek, Banten, Bandung, Sukabumi, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, Samarinda, Kendari dan Medan. Produk yang dipamerkan meliputi rumah bersubsidi dan non subsidi, apartemen premium, ruko, rumah dan apartemen menengah. (DHP)

 

 

 

jktproperty.com