Indonesia Property Expo Raih Omset Rp3 Triliun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Indonesia Property Expo 2016 yang berlangsung pekan lalu (13-21 Februari 2016) DI jcc Senayan Jakarta ditutup dengan transaksi sebesar Rp3 triliun. Angka tersebut melampaui target yang diharapkan Bank BTN, sponsor tunggal pameran, sebesar Rp2 triliun.

pameran properti di JCC

“Pencapaian ini sangat luar biasa dan menunjukkan permintaan rumah sangat tinggi. Kami akan terus mendorong agar pengembang dapat merespon permintaan masyarakat dan kami memberikan dukungan pembiayaannya,” ujar Direktur Bank BTN Mansyur S. Nasution dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Senin (22/2).

Pameran yang berlangsung selama sembilan hari ini diikuti 250 pengembang dengan 660 proyek properti yang tersebar di Jabodetabek, Banten, Bandung, Sukabumi, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, Samarinda, Kendari, dan Medan. Produk yang dipamerkan meliputi rumah bersubsidi, non subsidi, apartemen, ruko, dan properti komersial lainnya. Pameran yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla ini dihadiri lebih dari 300 ribu orang.

Mansyur menyatakan pameran properti dengan skala besar seperti ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Bank BTN untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor properti. Selama pameran BTN memberi berbagai macam kemudahan seperti bunga rendah, diskon biaya provisi hingga asuransi, dan persetujuan cepat KPR (one day approval).

“Total transaksi selama pameran kemarin porsinya 55 persen untuk rumah menengah atas sementara 45 persen untuk rumah bersubsidi yang bisa dibeli dengan KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan bunga 5 persen. Untuk bunga komersial juga rate-nya khusus, 6,6 persen, 9,6 persen, 9,9 persen, dan 10,6 persen untuk tahun pertama hingga tahun ke-4. Ini juga menunjukan kalau pasar perumahan kita masih sangat besar dan terbuka,” pungkasnya.

housing-estate.com