Harga Tanah di Jakarta Melonjak 100%

Big Banner

Jakarta – Harga tanah di Jakarta melonjak berkisar 80-100% sepanjang lima tahun terakhir. Di lokasi-lokasi strategis, rentang harga tanah berkisar Rp 15 juta hingga Rp 200 juta per meter persegi (m2).

Peningkatan harga tanah dipicu beberapa aspek termasuk aksi spekulasi. Sedangkan tingginya harga tanah menyulitkan pengembangan properti. Di sisi lain, konsumen pun kian selektif dalam mengonsumsi produk properti yang ditawarkan para pengembang.“Jika dibandingkan dengan lima tahun lalu harga tanah telah meningkat 80-100%,” ujar analis properti Arsito Bangun Selaras Torushon Simanungkalit, saat dihubungi dari Jakarta, baru-baru ini.

Dia mencontohkan, harga tanah tahun 2011 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat baru mencapai Rp 40 juta/m2. Lalu, di Pondok Indah berkisar Rp 25-35 juta/m2. Sementara tanah komersial seperti Jl. Sudirman, pada tahun yang sama baru berkisar Rp 40-50 juta/m2 dan di Jl. Thamrin berkisar Rp 50-70 juta/m2.

Kini, jelasnya, harga tanah di Jl. Thamrin mencapai Rp 150 juta/m2, Jl Jenderal Sudirman berkisar Rp 100-130 juta/m2. Lalu, di Menteng mencapai Rp 80 juta/m2 dan di Pondok Indah mencapai berkisar Rp 30-70 juta/m2.

Torushon menjelaskan, harga tanah di Jl Gatot Subroto berkisar Rp 40-90 juta/m2. Lalu, Jl HR Rasuna Said dan Mega Kuningan berkisar Rp 40-80 juta/m2. Sedangkan di Jl S Parman dan Jl MT haryono Rp 20-50 juta/m2.

Untuk di Jl. Pemuda dan Jl Salemba berkisar Rp15-30 juta per/m2. Selain itu, kawasan Jl. Simatupang mencapai Rp 15-45 juta/m2.

Dia punya catatan tersendiri untuk kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang harga lahannya kini berkisar Rp 20-35 juta/ m2. Tumbuhnya center growth business dan perkantoran serta perdagangan disekitarnya telah mengerek harga tanah di kawasan perumahan tersebut.

“Harga tanah termahal di Sudirman CBD, Jakarta yang mencapai Rp 200 juta/m2,” kata Torushon Simanungkalit.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dalam rentang 2010-2014 yang mencapai diatas 5,5% dan meningkatnya capital inflow telah mengerek meningkatnya permintaan ruang. Baik untuk perkantoran, hotel maupun apartemen. “Sehingga hal ini melentingkan harga tanah di Jakarta dan juga meningkatnya kalangan segmen menengah atas,” katanya.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com