Empat Instruksi Jokowi untuk Basuki

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Terkait upaya mendukung penyelenggaraan Asian Games ke-18 tahun 2018 nanti, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2016 memberikan beberapa instruksi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Setidaknya ada empat instruksi yang diberikan Jokowi kepada Basuki, yakni:

a. Melakukan koordinasi dengan Panitia Nasional INASGOC terkait prasarana dan sarana olahraga serta prasarana dan sarana pendukung yang akan dibangun dalam persiapan pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018 untuk mencapai sukses persiapan prasarana dan sarana;

b. Mengalokasikan anggaran dan melaksanakan pembangunan/rehabilitasi prasarana dan sarana olahraga dan penataan kawasan di Komplek Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta serta melaksanakan pembangunan rumah susun sewa bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sementara waktu selama pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018 digunakan sebagai wisma atlet di Komplek Kemayoran, Jakarta dan Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang yang diperlukan dalam persiapan pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018;

c. Melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan prasarana dan sarana olahraga sebagaimana dimaksuddengan melakukan kerjasama teknis dengan instansi/lembaga terkait; dan

d. Membentuk satuan tugas guna melaksanakan pengawasan pembangunan prasarana dan sarana olahraga dalam upaya percepatan persiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018

Inpres Nomor 2 Tahun 2016 itu juga diberikan ke Menteri Perhubungan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Pertanian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olahraga, Kapolri, Kepala BPKP, Kepala LKPP, dan Kepala Basarnas.

Inpres ini mulai berlaku sejak tanggal dikeluarkan, yakni pada 12 Februari 2016.

Tugas Kementerian PUPR

Seperti diketahui, jelang Asian Games ke-18 yang akan dimulai pada Agustus 2018, Kementerian PUPR diberi tugas melakukan renovasi kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK) seluas 87 hektar di Jakarta.

Renovasi itu meliputi 14 venue di antaranya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tenis Indoor dan Outdoor, Gedung Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Hoki, Lapangan Panahan, Lapangan Sepakbola A/B/C, Stadion Renang, Istora Senayan, Lapangan Softball Pintu I, Lapangan Bulu Tangkis (Hall ABC), Gedung Bola Voli, Lapangan Softball Cemara III, dan Lapangan Bulu Tangkis.

Renovasi tempat pertandingan untuk kegiatan empat tahunan negara se-Asia itu rencananya dilakukan secara besar-besaran. Rencana itu akan mengubah seluruh area olahraga menggunakan teknologi yang ada saat ini.

Namun, belakangan Jokowi meminta Kementerian PUPR cukup melakukan perubahan moderat pada 14 venue yang sudah ada.

“Dulu, awalnya kita maunya membuat kualitas lingkungan kompleks GBK yang baik dengan desain teknologi tahun 2016-2018. Namun, mengingat waktu terbatas karena harus selesai 2017, maka dipilih moderat dengan membuat kompleks bangunan seperti pada awal dibangun tahun 1962,” jelas Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Adjar Prajudi, di Jakarta, Rabu (10/2/2016).

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me