“Super Bowl” Dongkrak Tarif Hotel Capai Rekor Tertinggi

Big Banner

KOMPAS.com – Menurut STR Global, penyelenggaraan Super Bowl ke-50 pada minggu lalu membuat tarif hotel di San Francisco dan San Jose, California, Amerika Serikat (AS) meningkat dan menjadikannya yang tertinggi di antara pasar hotel kawasan enam tuan rumah Super Bowl sebelumnya.

Pasar San Francisco meliputi hotel-hotel di selatan dan utara kota, sementara untuk pasar San Jose termasuk hotel-hotel yang berada di Palo Alto, Santa Clara, Sunnyvale, dan Santa Cruz.

Jika dikombinasikan, rata-rata tarif harian hotel di dua kota tersebut pada tangga 5-7 Februari 2016 mencapai 402,6 dollar AS atau senilai Rp 5,4 juta per malam.

Rata-rata tarif harian hotel yang mendekati itu adalah 393,04 dollar AS atau Rp 5,2 juta per malam ketika New Orleans, Lousiana, menjadi tuan rumah Super Bowl lima tahun lalu.

Dalam tiga hari yang sama, okupansi hotel baik di San Franscisco maupun San Jose adalah 77,1 persen. Angka itu merupakan kedua terendah di antara enam tuan rumah Super Bowl sebelumnya dan berada satu tingkat di depan New York/New Jersey yang memiliki tingkat okupansi hotel 70,6 persen kala menjadi tuan rumah pada 2014.

Untuk Super Bowl, San Francisco memiliki lokasi geografis yang luas dan biasanya berujung pada tingkat hunian tinggi. Begitu pun juga terjadi di New York pada 2014, dampak dari acara itu kemungkinan berkurang terutama di kota seperti San Francisco.

“Tetapi untuk pasar yang lebih luas, dampak dari dua minggu Super Bowl adalah di New York ada di bawah rata-rata lima tuan rumah terakhir,” jeas Direktur STR Analytics, Carter Wilson.

Secara keseluruhan, pendapatan dari ketersediaan kamar hotel selama Super Bowl akhir pekan lalu untuk San Francisco dan San Jose adalah 233,9 persen lebih tinggi dari perbandingan tahun ke tahun.

Selama dua minggu jelang dan ketika acara berlangsung, terjadi peningkatan sebesar 34,3 persen pada pendapatan ketersediaan kamar hotel.

Dari enam pasar di tuan rumah Super Bowl sebelumnya, hanya New York/New Jersey pada 2014 yang memiliki dampak paling kecil dari pendapatan ketersediaan kamar hotel, yakni 24,2 persen selama dua minggu gelaran Super Bowl.

Jika ditelusuri lebih jauh, pendapatan kamar hotel tertinggi justru ada di San Francisco daripada di 64 kilometer ke selatan tempat di mana Super Bow dimainkan.

“Ada minat lebih ingin dekat dengan semua hal yang berkaitan dengan pendukung ketimbang dekat dengan stadion itu sendiri,” papar Wilson.

Lebih lanjut Wilson mengatakan, pada dua minggu yang sama tahun 2015, tingkat hunian di San Francisco dan San Jose cukup tinggi, yakni 74,5 persen.

“Angka itu membuat keuntungan atau peningkatan lebih sulit didapat, tetapi hal yang menarikan adalah laporan bahwa kombinasi tarif hotel meningkat 34 persen lebih tinggi dengan hampir tidak ada pertumbuhan okupansi,” tambahnya.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me