Tak Ada Superman Tapi Superteam  

Big Banner
Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land

Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land

EKSEKUTIF-Menarik ketika kita berbincang dengan Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land. Andreas senang mengisahkan pengalamannya, tentunya hal yang positif. Andreas terlahir dan dibesarkan bukan dari kalangan orang berada. Di usia belia (14 tahun) justru tempaan kehidupan sudah dilakoninya lantaran sang ayah meninggal dunia.

Sebenarnya bukan karena hal itu dirinya harus bekerja keras untuk sekedar bertahan hidup. Tapi justru karena kecintaan sang ayah pada sang ibu yang akhirnya menjadi salah satu masalah paska sang ayah meninggal dunia. “Maka saat  beliau meninggal ibu kebingungan karena memang tak pernah diizinkan bekerja oleh ayah, akhirnya masalah timbul saya pun berpikir keras agar kami punya pemasukan,” jelas Andreas dengan mata menerawang.

Andreas pun meniti masa remajanya dengan bekerja dan dengan kekuatan Tuhan dirinya pun bisa merampungkan pendidikan hingga bangku kuliah. Berbagai benturan, pengalaman pahit, manis menjadi modalnya dalam menekuni bidang properti. Beberapa perusahaan developer papan atas pernah dimasukinya dengan berbagai jabatan. Kini dirinya menjadi salah satu bagian penting dalam industri properti di Tanah Air dan khususnya Paramount Land.

Untuk itu dalam berbagai kesempatan dirinya selalu mentransferkan kisah hidupnya kepada bawahan dan orang disekitarnya. Maka tak heran, Andreas sukses mengantarkan Paramount Land menjadi salah satu developer papan atas. Paramount Land beruntung memiliki sosok Andreas sebagai salah satu komandan penjualan yang mampu dalam hitungan setahun bisa menjual 6300 unit rumah di proyek Paramount Serpong.

Tentu kita tahu nama seperti Mc Donald, Starbuck dan brand besar lainnya yang selalu sukses membuat konsumen untuk kembali-dan kembali lagi menggunakan produknya. Menurut Andreas ini karena budaya yang mereka kembangkan. “Ada  tiga hal yang membuat perusahaan menjadi besar, pertama adalah memiliki produk yang inovatif kemudian marketing dengan strategi yang baik. Selanjutnya adalah sistem kerja yang bisa diandalkan. Nah, semua ini bisa berjalan dengan baik ketika budaya kerja bisa dijalankan secara benar,’ tegas Andreas.

Lebih jauh Andreas menegaskan budaya kerja adalah kebiasan yang diikuti tanpa merasa terpaksa melakukannya. Ada tiga hal yang mesti dilakukan agar budaya kerja bisa berjalan dengan baik, ada pahlawannya (orang yang memimpin)), nilai- nilai yang harus dipahami dan yang terakhir adalah ritual atau semacam seremoni yang membuat kita semua merasa ada dalam satu konsep budaya kerja itu sendiri.

Untuk itu Andreas selalu menjaga budaya kerja yang tinggi di kantornya. Baginya setiap karyawan harus dihargai dan diapresiasi sesuai dengan prestasi  yang dihasilkannya. Karena prinsip Andreas setiap orang itu akan merasa bahagia ketika dirinya dihargai dan diapresiasi kinerjanya. Andreas menjelaskan, jangan heran ketika hal itu kita lakukan kepada seseorang dalam lingkup pekerjaan, maka tinggal anda melihat peningkatan prestasi yang akan dicapainya. Jadi mulailah untuk menghargai dan memberikan apresiasi yang sebanding antara prestasi dan kinerja yang dihasilkan dengan kompensasi yang diterima karyawan tersebut.

Karena sejatinya bagi Andreas orang bekerja itu memiliki tiga motivasi, hal utama adalah urusan perut, makan. Jadi ketika makannya kurang mereka akan berulah, kedua orang bekerja karena mencari makan, jadi mereka akan mencari dan mencari pekerjaan untuk mendapatkan makan yang lebih baik. Namun di luar itu semua justru yang mulia adalah ketika orang bekerja untuk memberi makan orang lain.

Terkait prinsip kerja yang hingga kini terus dipegang Andreas adalah membuat produk yang tidak biasa. Jangan hanya energi kita dihabiskan untuk mempelajari strategi kompetitor dan mengamati apa yang terjadi di pasar. “Tapi cobalah untuk berani melakukan terobosan dengan menciptakan apa  yang dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga bisa saja produknya agak unik dan beda dari kebanyakan, tapi justru disitulah keunggulan produk yang sejatinya justru mudah untuk dipasarkan karena memang dibutuhkan oleh konsumen,” terang Andreas.

Andreas  pun yang hingga mampu mengantarkan Paramount Land sebagai developer yang selalu berinovasi dalam produknya. Inovasi ini menjadikan Pramount Land tetap eksis bersaing ditengah iklim bisnis properti yang terbilang ketat. Beberapa penghargaan diraih Paramount Land, seperti dari Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui perumahan Malibu Village. Produk ini memiliki alternatif desain terbanyak hinggak 1.296 pilihan (Custom Homes-Malibu Village), juga konsep desain ruko yang cukup unik yaitu ruko dengan fasilitas lift di dalamnya.

Apa yang dilakukan Andreas dengan kerja kerasnya bersama tim yang ada karena dirinya ingin orang lain juga sukses dan berprestasi. Sebuah filosofi hidup yang membuat rekan kerjanya begitu nyaman bekerja dalam satu tim dengan Andreas. Karena baginya di dalam dunia kerja tidak ada Superman yang ada hanyalah Superteam.

propertynbank.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me