Kisah Panci di Balik Sukses Seorang Andreas Nawawi

Big Banner

Managing Director Paramount Enterprise, Andreas Nawawi(Foto: Jhony Hutapea/Rumah123)

Nama Andreas Nawawi pastinya sudah tak asing lagi bagi para broker properti, utamanya mereka yang sudah berkecimpung di bisnis ini sejak 1990-an. Andreas yang kini menjabat sebagai Managing Director di Paramount Enterprise, memang terkenal dengan sepak terjangnya yang inovatif.

Tangga sukses sebagai seorang marketing tidak didapatkan Andreas dengan mudah. Apalagi, latar belakang pendidikan pria yang akrab disapa Andre ini bukan dari marketing, melainkan teknik mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Bagi masyarakat awam, banyak yang tidak mengetahui bahwa Andreas mengawali dunia marketing dengan berjualan panci pada 1987. Saat itu, untuk bisa menjual panci, Andreas menggandeng empat ibu rumah tangga di mana salah satunya adalah sang istri.

Baca juga: Kesempurnaan Profesional Berjiwa Entrepreneur di Sosok Nanda Widya

”Hal terpenting dari marketing adalah jaringan. Kita tidak bisa jualan jika tak memiliki jaringan. Saya bangun jaringan dengan empat orang ibu-ibu ini,” kata Andreas saat ditemui rumah123.com di ruang kerjanya di Paramount Plaza, Gading Serpong, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Dari para ibu tadi, lanjut Andreas, ia mengembangkan jaringannya. Ia meminta keempat ibu tersebut untuk mencari lima anggota lainnya. ”Jadi, saat itu saya punya jaringan total 20 orang,” ujar Andreas menambahkan.

Hanya dalam waktu enam bulan, penjualan panci Andreas mampu mengalahkan tim lain. Prestasi tersebut rupanya tercium oleh Eddy Sundoro, salah satu eksekutif di Lippo Group yang juga merupakan teman bermain tenis Andreas.

Baca juga: Konsumen Muda Dominasi Pembelian Ruko Komersial

Pada 1989, Andreas mulai menjajakan kaki di industri properti atas permintaan Eddy Sundoro. Andreas pun membawa serta tim penjualan panci bersamanya.

”Waktu itu Pak Eddy cerita ke Pak Mochtar Riady (pemilik Lippo Group, Red) tentang saya. Lalu saya dipanggil Pak Mochtar. Dari situ saya mulai menjual produk-produk Lippo Cikarang. Tim jualan panci, saya ajak juga,” ujar Andreas.

Kala itu, bisnis properti belum se-booming sekarang. Kendati demikian, Andreas dan “tim pancinya” berhasil memecahkan rekor. Dalam waktu sebulan, mereka sukses menjual 1.124 unit rumah di Lippo Cikarang.

”Padahal, marketing lain paling banyak hanya bisa menjual 75 unit dalam sebulan. Saya dan tim berhasil melakukan penjualan dengan angka fantastis. Kunci keberhasilan dalam marketing hanya satu, yakni trust,” tuturnya (Ing/Vri/Bersambung)

rumah123.com