Perumnas Mulai Bangun Rusunami di Karawang

Big Banner

 

Karawang– Perum Perumnas lakukan ground breaking proyek Rusunami Grand Sentraland Karawang. Proyek seluas 3,8 hektare (ha) ini akan terdiri dari empat menara dengan kapasitas 2.700 unit hunian.

Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto di sela-sela ground breaking Grand Sentraland Karawang, Rabu (24/2) mengatakan, pada tahap awal akan dibangun dua tower, masing-masing terdiri dari 20 lantai yang dapat menampung 1.514 unit dengan jumlah total penghuni 3.845 jiwa dan rencananya akan rampung pada 2017.

Menurutnya, pembangunan Rusunami Grand Sentraland Karawang tidak terlepas dari pertumbuhan kota penyangga ibu kota Jakarta yang kian pesat, seiring dengan pertumbuhan industri. Ketersediaan infrastruktur yang memadahi menjadi pemicu pertumbuhan kawasan di pinggiran Jakarta, tak terkecuali di Karawang. Dalam kiprahnya di Karawang, Perumnas telah mengembangkan lebih dari 100.000 unit di area sekitar 200 ha dan telah menampung lebih dari 40.000 jiwa yang dikembangkan sejak 90an.

Himawan optimistis proyek ini dapat menarik konsumen mengingat kemudahan akses menuju gerbang Tol Karawang Barat ditambah dengan kawasan yang berada di kawasan premium. Hal ini dikarenakan jarak yang cukup dekat dengan beberapa kawasan industri KIM dan KIIC.

Tower pertama, sebut dia rencananya akan memfasilitasi sebanyak 1.775 jiwa, dengan rincian tipe 18 sebanyak 378 unit, tipe 27 sebanyak 189 unit, dan tipe 36 sebanyak 113 unit. Sedangkan, pada tower kedua, jumlah unit untuk tipe 18 adalah sebanyak 488 unit, tipe 27 sebanyak 190 unit, dan tipe 36 sebanyaj 131 unit, dengan kapasitas total penghuni 2.070 jiwa. “Harga yang ditawarkan Rp 196 juta untuk tipe studio hingga Rp 401 juta untuk yang dua kamar,” sebutnya.

Di sisi lain, Himawan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Karawang yang memproses perizinan kurang dari 1 tahun.

Lebih lanjut, pada tahun ini, Perumnas merencanakan pembangunan 25.978 unit rumah susun dengan komposisi terbesar adalah di rumah susun yaitu sebanyak 64 tower atau setara dengan 15.000 unit hunian yang tersebar di Medan, Palembang, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Jabodetabek seperti Pulo Gebang, Cengkareng, dan Bekasi.

Suara Pembaruan

Lona Olavia/MER

Suara Pembaruan

beritasatu.com