Kalangan Perbankan Yakin Kredit Rumah Akan Terus Menguat

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Kalangan perbankan yakin kredit di sektor perumahan akan terus menguat seiring dengan tren menurunnya suku bunga. Penurunan suku bunga perbankan yang dipicu penurunan SBI dinilai akan meningkatkan kredit konsumsi khususnya kredit perumahan rakyat atau KPR setelah sebelumnya sempat mengalami perlambatan pertumbuhan akibat berbagai kebijakan pajak dan loan to value (LTV).

Wealth Advisory Head Consumer Banking OCBC NISP Juky Mariska mengatakan jika perekonomian stabil dengan inflasi yang saat ini berada di level 4% peluang penurunan suku bunga (BI Rate) akan terjadi hingga akhir tahun ini. “Sektor yang paling diuntungkan adalah properti. Pasalnya pengembang akan mendapatkan biaya produksi yang murah, kemudian segmen menengah akan ramai pada kondisi seperti ini,” katanya di Jakarta pekan ini.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Nasional Swasta (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mengadakan survei yang menghasilkan data sebanyak 80% masyarakat Indonesia lebih senang membeli daripada menyewa. Sedangkan untuk pendanaan 72% menggunakan fasilitas kredit.

“Saya kira Perbankan akan terus mendukung pembiayaan kredit properti, tinggal kebijakan pemerintah yang harus diperbaiki agar tidak terjadi lagi ekspansi kredit yang tertahan,” katanya.

Tak hanya itu, kredit pada sektor properti merupakan penyaluran pembiayaan yang paling disenangi bank. Data terakhir menunjukkan pertumbuhan kredit pada sektor ini paling tinggi dibanding yang lain, yakni sebesar 11,5%.

Dengan berbagai kemudahan KPR persoalan utama yang dihadapi industri properti yakni menurunnya daya beli masyarakat yang membuat permintaan terhadap kredit properti mengalami perlambatan akan semakin membaik.

Sementara itu, berdasarkan data uang beredar yang terbit di Bank Indonesia (BI) per Januari 2016 mencatat, KPR dan KPA tumbuh 7,3% atau senilai Rp 340,8 triliun per Desember 2015 dibandingkan posisi Rp 316,15 triliun per Desember 2014. Namun, secara tahunan, kenaikan harga pun diperkirakan masih akan melambat. Kuartal I-2016 diperkirakan hanya akan meningkat 3,58%, melambat dibandingkan kuartal IV-2015 yang tumbuh 4,62%. (GUN)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me