UU Tapera Disahkan, Gaji Pegawai Dipotong 3 Persen

Big Banner

Rapat paripurna DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) menjadi Undang-Undang. Rapat pengesahan yang dilaksanakan di Gedung DPR tersebut dipimpin oleh wakil ketua DPR Agus Hermanto.

Undang-Undang ini bertujuan agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memiliki rumah pribadi. Seluruh pekerja, termasuk pekerja non MBR wajib menyisihkan sebesar 3 persen gajinya untuk Tapera.

“Orang yang bisa memanfaatkan uang ini hanya masyarakat berpenghasilan rendah, yang non MBR itu bisa menggunakan dana ini sebagai tabungan. Nanti kalau mereka pensiun bisa diambil tabungan mereka plus pengembangan,” ujar Yoseph Umar Hadi, Ketua Pansus RUU Tapera seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

BACA JUGA : INGIN GANTI BANK KPR? PERHATIKAN 4 HAL INI

Yoseph menambahkan, UU Tapera diharapkan dapat membuat masalah pembiayaan perumahan dapat teratasi dengan cepat. Adanya fasilitas ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan rumah yang dekat dengan tempat kerja. Sehingga perusahaan pun akan mendapatkan keuntungan dari karyawan yang lebih produktif karena rumahnya dekat dengan kantor. Anggaran yang cukup dari Tapera ini pun nantinya dimanfaatkan untuk membangun rusun yang lokasinya dekat dengan tempat kerja.

Tapera juga membantu masyarakat yang selama ini terganjal saat melakukan kredit di perbankan untuk mendapatkan rumah. Kini memiliki rumah pribadi tak lagi hanya sekadar mimpi. Tabungan ini akan dikelola oleh bank Kustodian dan didampingi oleh Badan Pengelola Tapera.

Selama ini dana APBN yang dimiliki pemerintah hanya dapat membuat sebanyak 300 ribu hingga 500 ribu unit rumah setiap tahun. Angka ini belum memenuhi permintaan sebanyak 800 ribu unit rumah yang terjadi tiap tahun.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me