Karawang Potensial Untuk Proyek Properti Menengah Bawah

Big Banner

Karawang – Pasar properti di kawasan Karawang, Jawa Barat, dinilai masih potensia untuk sektor kelas menengah bawah. Hal tersebut, dimanfaatkan oleh perusahaan properti plat merah Perumnas untuk mengembangkan rumah susun sederhana milik (Rusunami) Grand Sentraland Karawang yang menyasar kelas pekerja atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kita tahu, Karawang ini adalah wilayah industri. Banyak perusahaan besar sektor manufakturing berdiri dikawasan ini dan tentunya membutuhkan hunian yang cukup besar,” kata Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto, di Karawang, Rabu (24/2).

Himawan mengatakan, proyek rusunami Grand Sentraland Karawang ini dibangun diatas lahan seluas 3,8 hektare (ha) yang terdiri dari empat menara dengan kapasitas 2.700 unit hunian. Perumnas, lanjut dia, bakal menawarkan rusun dalam dua tahap dimana pada tahap pertama menawarkan hunian sebanyak 1.775 jiwa unit.

“Untuk rinciannya, tipe 18 sebanyak 378 unit, tipe 27 sebanyak 189 unit, dan tipe 36 sebanyak 113 unit. Sedangkan, pada tower kedua, jumlah unit untuk tipe 18 adalah sebanyak 488 unit, tipe 27 sebanyak 190 unit, dan tipe 36 sebanyaj 131 unit, dengan kapasitas total penghuni 2.070 jiwa,” jelas Himawan.

Lebih lanjut Himawan mengatakan, pihaknya optimistis proyek di Karawang ini dapat diterima oleh konsumen. Hal tersebut, lanjut dia, mengingat kemudahan akses menuju gerbang Tol Karawang Barat ditambah dengan kawasan yang berada di kawasan premium.

“Hal ini dikarenakan jarak yang cukup dekat dengan beberapa kawasan industri KIM dan KIIC,” tambahnya.

Apalagi, kata Himawan, konsep hunian terpadu yang dirancang oleh Perumnas adalah dengan menggabungkan konsep hunian dan kawasan komersial. “Hal tersebut, memudahkan akses bagi para penghuni untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan juga menjalankan berbagai aktifitas kegiatan,” tambahnya.

Investor Daily

Imam Muzakir/FER

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me