Ini sederet berita halaman rekomendasi hari ini

Big Banner

JAKARTA. Harian KONTAN edisi Sabtu (6/9) mempunyai serangkaian berita yang layak Anda simak. Khusus pada halaman lima rubrik Rekomendasi. Kami memiliki sejumlah berita yang layak Anda simak. Salah satunya adalah berita tentang Grup Rajawali membentangkan sayap bisnisnya. Pada akhir Juli lalu, Grup Rajawali melalui anak usaha PT Karya Citra Prima mengambilalih kepemilikan saham mayoritas di PT Fortune Indonesia Tbk (FORU).

Karya Citra membeli sebanyak 373 juta saham FORU setara 80,17% kepemilikan saham. Perinciannya, Karya Citra membeli 343,6 juta saham milik PT Grhaadhika Fortune dan 29,4 juta saham milik PT Fortune Daksa Pariwara. Dengan harga pembelian Rp 270 per saham, maka nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai Rp 100 miliar. Sesuai ketentuan, Karya Citra selaku pengendali baru akan menggelar penawaran tender atas sisa saham FORU. Tapi belum jelas berapa harga tender offer-nya. Di tangan pengendali baru, bagaimana strategi bisnis FORU ke depan? Chief Executive Officer (CEO) FORU, Aris Boediharjo mengatakan perusahaan ini belum akan berubah banyak setelah bergantinya pengendali.

Berita kedua kami adalah, PT Karisma Aksara Mediatama yang akan segera melepas saham perdana ke publik 30%. Nilai aset perusahaan di bidang percetakan, penjilidan, penerbitan, dan perdagangan ini Rp 192,6 miliar per 31 Maret 2014. Pada periode itu, pendapatan bersih Karisma Rp 47,77 miliar, naik 26,09% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 37,88 miliar. Sepanjang 2013, pendapatan pengelola toko buku ini mencapai Rp 203,82 miliar, naik 15,56% dibandingkan 2012. Laba bersih Karisma juga melonjak lumayan tinggi dalam tiga bulan pertama tahun ini. Dari prospektus Initial Public Offering (IPO) yang dirilis Jumat (5/9), Karisma mencetak laba bersih Rp 6,6 miliar naik 281,5% year on year (yoy). Laba bersih dalam tiga bulan itu sudah melebihi pencapaian laba 2013 sebesar Rp 6,4 miliar. Di 2012, laba bersih Karisma Rp 2,3 miliar.

Kami juga memiliki berita harga jual produk PT Timah Tbk (TINS) di awal September di bawah estimasi.Harga timah di September 2014 turun menjadi US$ 21.500 per ton. Padahal, pada posisi dua bulan sebelumnya, harga timah di level US$ 22.000-US$ 23.500 per ton.Pada kondisi normal, harga timah seharusnya naik dibandingkan Agustus. Manajemen menilai ini disebabkan kelebihan pasokan timah dunia. Akibatnya, permintaan timah di awal September stagnan.

Selanjutnya kami memiliki berita tentang, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah menerbitkan obligasi Rp 350 miliar. Perseroan ini menerbitkan surat utang itu dalam dua seri. Mengutip data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Seri A Obligasi Berkelanjutan MAPI Tahap III diterbitkan dengan jumlah Rp 150 miliar. Kupon untuk seri A dengan tenor tiga tahun ini di 10,3%. Dus, jatuh tempo obligasi itu pada 19 September 2017. Lalu, seri B dirilis senilai Rp 200 miliar mematok kupon 10,9%. Obligasi ini bertenor lima tahun, jatuh tempo 19 September 2019.

Terakhir kami memiliki berita tentang PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) yang belum juga menghasilkan pendapatan selama semester I-2014. Kondisi ini sepertinya masih seperti saat ini sampai akhir 2014. Bidang bisnis ASIA yang saat ini bergerak di bidang perdagangan barang tambang tak bisa lagi melakukan kegiatan ekspor. Maka dari itu, untuk meningkatkan kinerja ASIA sedang melakukan kerjasama dengan perusahaan yang melanjutkan suplai bahan tambang mineral untuk bisa ekspor atau diolah di dalam negeri.

Demikian cuplikan berita halaman lima harian KONTAN hari ini. Selengkapnya Anda bisa membaca pada harian KONTAN.

Editor: Avanty Nurdiana

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me