Program Bedah Rumah Dapat Diajukan ke Kemenpupera

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Selain membangun rumah baru program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mencakup kegiatan bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Masyarakat yang rumahnya tidak layak huni dapat mengajukan program ini melalui kepala desa atau bupati di daerahnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Dirjen Penyediaan Perumahan Kemenpupera Syarif Burhanuddin, mengatakan, pemerintah mengraharapkan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, dan swasta untuk bersama-sama mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini ada 3,4 juta unit rumah tidak layak huni. Jumlah ini akan terus bertambah bila tidak segera ditangani.

“Setiap daerah perlu mengetahui dan mendata berapa rumah yang tidak layak di daerahnya. Ini dikoordinir kepala daerah untuk bisa perbaiki bersama-sama. Jadi, program pemerintah bukan hanya masyarakat yang belum punya rumah, yang sudah punya rumah tapi tidak layak juga kita perhatikan,” ujar Syarif kepada pers di Jakarta, Kamis (25/2).

Untuk program bedah rumah pemerintah menganggarkan dana Rp15 juta per rumah untuk program renovasi dan Rp30 juta untuk pembangunan rumah baru. Ini angka maksimal karena kebutuhan bedah rumah dan pembangunan rumah berbeda antara satu dengan lainnya. Kriteria rumah yang mendapat bantuan adalah struktur atapnya membahayakan penghuni, rangka dan dinding yang tidak layak, dan lantainya tanah. Selain itu ada bantuan untuk program sanitasi seperti MCK dan pembangunan tempat pembuangan sampah.

“Tahun ini pemerintah menargetkan meningkatkan kualitas rumah sebanyak 95 ribu unit. Makanya kami menunggu usulan dari pemerintah daerah untuk rumah yang ingin diperbaiki di kawasannya,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me