Sukses Mengadaptasi Desain Tropis Modern

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Gaya hunian dapat mencerminkan karakter pemiliknya. Namun, selain desain, pemilik hunian perlu memperhatikan sejumlah fungsi dan elemen pendukung untuk menjaga kenyamanan penghuninya.

Di tengah kejenuhan mengaplikasikan desain minimalis modern atau industrial, muncul kembali tren desain hunian tropis modern.

Konsep bangunan ini, pada dasarnya harus responsif terhadap iklim tropis. Bangunan harus dapat menyesuaikan iklim Indonesia yang memiliki curah hujan dan kelembaban tinggi, serta cahaya yang berlimbah. Ornamen yang hanya berorientasi pada unsur estetika tanpa adanya fungsi yang jelas, bukanlah contoh yang baik.

Arsitek Wastu Cipta Parama Alex Santoso menjelaskan dalam hunian tropis harus dimaksimalkan penggunaan naungan atap untuk melindungi fasad dari curah hujan yang tinggi. Dengan demikian, maka fasad tetap awet, tidak mudah kotor, dan nyaman.

Menurutnya, dalam hunian tropis juga harus diperhatikan adalah kenyamanan thermal terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi. Oleh karena itu, perlu diupayakan orientasi posisi bangunannya dengan membuat sisi pendek saat bangunan menghadap Timur atau Barat.

Untuk menangkal sinar matahari yang langsung menyorot ke rumah, Anda dapat menggunakan material finishing fasad yang tidak terlalu banyak menyerap panas apabila bangunan menghadap timur  atau barat.

“Material fasad dengan sifat konduktor itu dapat menyerap panas seperti metal dan sejenisnya. Sementara itu, untuk meredam panas dapat digunakan kayu karena itu isolator yang  hanya dapat sedikit menyerap panas,” ujar Alex.

Penggunaan material finishing khususnya untuk cat akan lebih baik menggunakan warna-warna cerah dibanding warna gelap. Pasalnya, warna gelap akan lebih besar untuk menyerap cahaya sehingga membuat thermal hunian meningkat.

“Warna juga diperhatikan. Warna-warna terang dari cat atau pelapis dinding seperti batu alam, marmer, granit, tiles, cladding, kaca dan sebagainya,” tuturnya.

Selain menggunakan material peredam panas, fasad juga dapat dilapisi elemen-elemen peneduh berupa lattice, sun shading, tanaman rambat atau taman vertikal, kanopi atau topi-topi pada area bukaan.

inspirationseek.com

SIASATI KELEMBABAN

Hal yang tak kalah penting adalah Anda dapat membuat ventilasi silang yang ditujukan sebagai respon terhadap kelembabab yang tinggi. “Ventilasi silang itu artinya ada lebih dari satu lubang udara dari tiap ruang. Jadi, pada fasad misalnya, ada lubang ventilasi, maka harus ada lubang ventilasi di sisi dalam ruangan juga sehingga udara bisa mengalir,” kata Alex.

Saat membuat bukaan, Anda juga harus memperhatikan posisi bangunan. Hunian yang menghadap barat jika diberi bukaan besar akan terasa tidak nyaman secara thermal. Soal proporsi bukaan, sangat bergantung pada karakter yang ingin diciptakan oleh penghuni rumah. Apakah Anda ingin menciptakan karakter ringan, berat, kokoh, dan sebagainya.

Namun, alangkah baiknya jika bangunan di iklim tropis dihadapkan ke arah Utara atau Selatan. Dengan demikian, hunian Anda tentu bisa lebih bebas karena secara faktor thermal akan lebih aman.

“Untuk kenyamanan thermal, pasti di iklim tropis rata-rata membuat sisi pendek menghadap Timur-Barat. Namun, hal ini dapat diabaikan untuk area tertentu dengan pemandangan spesial seperti gunung atau pantai.” ujarnya. ()

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me