Internet Jadi Andalan Cari Rumah

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Pencarian rumah dalam jaringan (daring) kini semakin diminati masyarakat di sejumlah negara berkembang. Menurut laporan tahunan kedua yang baru saja dirilis Lamudi beberapa negara tersebut yakni Meksiko, Filipina, Pakistan, Sri Lanka, Myanmar, Bangladesh, dan Indonesia.

Laporan tersebut juga menuliskan mayoritas masyarakat tersebut menggunakan telepon pintar dalam proses pencarian pada portal properti dan media sosial. Meski penggunaan portal properti merupakan praktek yang sudah biasa dilakukan di pasar maju, hal tersebut masih tergolong fenomena baru di pasar-pasar yang sedang berkembang.

Global Co-Founder dan Managing Director Lamudi Kian Moini mengatakan fakta tersebut menunjukkan penetrasi internet yang masih rendah tetapi terjadi peningkatan dengan pesat.

“Laporan pasar real estate Lamudi 2015 menemukan bahwa Filipina, negara yang mengalami peningkatan penetrasi internet telah memiliki efek mendalam pada bisnis lokal, termasuk yang bergerak dalam bidang real estate,” katanya dalam siaran pers yang dikutip Bisnis, Selasa (1/3).

Hasil survei dari broker atau agen real estate menunjukkan bahwa 91 % profesional melihat adanya peningkatan signifikan pada pertanyaan-pertanyaan yang datangnya darionline. Sebagai tambahan, 59% responden menyatakan platform listing online merupakan channel pilihan untuk mengiklankan properti.

Tren yang sama telah diamati di Pakistan, survei terhadap para pencari properti lokal menunjukkan bahwa 85% responden percaya peran internet dalam pencarian rumah telah meningkat. Hal yang sama terjadi di Sri Lanka, survei konsumen menunjukkan 75% pencari properti meyakini internet telah mentransformasi masyarakat dalam mencari rumah untuk dibeli ataupun disewa.

Sedangkan di Myanmar, hasil dari pemilu pada akhir 2015 sangat penting untuk masa depan ekonomi dan politik negara tersebut. Hasil laporan menunjukkan perkembangan potensial Myanmar pada masa mendatang dengan implikasi signifikan untuk sektor real estate.

“Untuk Bangladesh kami melihat pasar tenaga kerja dengan peluang investasi yang menguntungkan dan tingkat pertumbuhan agregat merupakan indikator positif untuk masa depan sektor real estatenya.”

Di Mexico, ada satu wilayah favorit pencarian masyarakat setempat meski dengan harga yang tinggi yakni di Miguel Hidalgo. Rumah-rumah di area ini memiliki harga rata-rata 26,157.44 MXN (US$ 1,624.68) per m2. 

Sementara itu, di Indonesia data onsite menunjukkan bahwa pencarian properti daring kebanyakan dilakukan masyarakat usia 25 sampai dengan 34 tahun, yang berada dalam kelompok usia primer untuk pembeli rumah pertama kali.

Menurut Lamudi tahun ini sebanyak 63% penduduk Indonesia melihat berencana mencari hunian atau berpindah ke rumah baru.

Sedangkan 84,9% responden yang disurvei Lamudi mengungkapkan, mereka menggunakan metode online untuk menemukan properti ideal. Hanya 6,7% yang masih mengandalkan metode lama seperti koran, majalah dan flyer, sementara dengan metode lainnya sekitar 8,4%.

“Hampir semua responden, yakni sebanyak 97,9%, percaya bahwa internet akan memainkan peran semakin penting dalam pencarian properti di masa mendatang,” tulis laporan tersebut.

 Lamudi juga mengungkapkan pencari properti Indonesia tidak didominasi oleh gender tertentu. Demikian pun tentang siapa yang memutuskan untuk membeli properti.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me