Pasar Perkantoran di Asia Tenggara Terus Anjlok

Big Banner

Menurunnya sektor ekonomi tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di 5 negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Menurut prediksi dari JLL Asia Pasific Index Office, lemahnya pasar komoditas dan sektor minyak dan gas terus melemahkan pasar perkantoran, khususnya di Kuala Lumpur dan Jakarta. Pada kota tersebut, perkantoran sewa anjlok lebih parah dari kuartal akhir.

Singapura agak lebih beruntung, masih tingginya kebutuhan akan perkantoran sewa membuat penurunan harga di kota ini agak melambat, yakni cuma sekitar 14 persen per kuartalnya. Namun, suplai yang tinggi di tahun 2016 dan 2017, ditambah dengan pelemahan ekonomi, serta pertumbuhan lapangan kerja yang rendah memaksa ‘tuan tanah’ melakukan pemotongan secara agresif.

BACA JUGA : 3 SOLUSI JIKA TERLANJUR TERTIPU PROPERTI BODONG

Dari semua itu, di Asia Tenggara, Bangkok masih yang paling tinggi dengan kenaikan 2,6 persen pada kuartal ini. Namun, pasokan yang tinggi di pinggiran kota kabarnya bakal memberi tekanan pada pasar perkantoran sewa setahun ke depan.

Lain lagi untuk Manila, sektor outsourcing dan offshoring menjadi pengangkat rental office sebesar 0,9 persen. Dan jika dilihat secara merata, keseluruhan sewa di Makati CBD, Manila, masih yang paling kompetitif dibandingkan dengan kota-kota lain di Asia Pasifik.

“Secara keseluruhan, kami tetap positif untuk segmen ritel di Manila. Mengingat harga sewanya yang masih lebih rendah, kita bisa mengharapkan sektor ini tetap tangguh. Sementara pasar kantor Singapura memiliki risiko jangka pendek, itu tetap menjadi pilihan investasi yang layak di luar 2018, di mana kita bisa melihat pemulihan sewa di belakang perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat,” ucap Dr Chua Yang Liang, Head of Research for Southeast Asia JLL.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me