Serapan Anggaran Kementerian PUPR Baru 4,9 Persen

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Januari lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pelelangan dini beberapa proyek konstruksi guna mempercepat penyerapan anggaran APBN 2016. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum mampu mendongkrak kinerja penyerapan anggaran.

“Sampai pagi ini 1 Maret 2016, penyerapan anggaran masih 4,9 persen. Secara fisik progresnya baru 3,35 persen,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Capaian itu masih jauh dari target Kementerian PUPR yang mencanangkan penyerapan anggaran sebesar 6 persen hingga akhir Januari 2016.

Lelang dini yang dilakukan sejak pertengahan tahun lalu pun belum cukup memacu kinerja kementerian pimpinan Basuki Hadimuljono ini.

“Masih belum sesuai target,” sambung Taufik.

Melesetnya target serapan anggaran itu disebabkan oleh beberapa kendala. Salah satunya adalah masalah administratif di internal Kementerian.

“Ada beberapa hal, misalnya di Direktorat Jenderal Cipta Karya, ada satuan kerjanya yang baru dirombak antara lain itu,” jelas Taufik.

Selain itu, kendala lain yang memengaruhi tidak tercapainya serapan anggaran pada awal tahun adalah faktor cuaca.

“Sekarang sedang musim hujan. Pembangunan konstruksi ini sangat hati-hati supaya kualitasnya bagus. Memang ada sedikit kendala di situ,” sambung Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Hermanto Dardak dalam kesempatan yang sama.

Meski demikian, Hermanto melanjutkan, capaian ini terhitung bagus mengingat pada periode sebelumnya, Kementerian PUPR belum bisa melaksanakan belanja sama sekali pada awal tahun.

“Sekarang kan, awal tahun kita sudah ada penyerapan. Ini sudah bagus, kita sudah one step ahead (satu langkah lebih maju). Memang butuh penyesuaian lagi supaya percepatan yang diharapkan lebih baik lagi,” tutur dia.


Teknologi

Pemerintah berkomitmen melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di beberapa lini. Untuk mendukung semangat tersebut, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan teknologi konstruksi dengan cara biasa.

Hermanto mengatakan, butuh penerapan teknologi agar percepatan pembangunan bisa dicapai. “Pada sektor Konstruksi, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR terus melakukan inovasi. Hasil inovasi tersebut seperti penemuat precast (beton pra cetak) yang terus diperbarui kualitas fisiknya,” kata dia.

Precast adalah beton-beton yang dicetak dengan bentuk-bentuk tertentu sesuai kebutuhan yang ditujukan untuk mempercepat proses pembangunan konstruksi.

“Saat ini, Kementerian PUPR dituntut bukan sekadar bisa membangun, tapi juga harus cepat. Dengan precast ini, kita seperti membangun lego. Kita tinggal pasang-pasang begitu, jadi prosesnya lebih cepat dan manajemennya lebih baik. Tapi kualitas konstruksinya nggak kalah,” jelas Hermanto.

Untuk itu, hari ini Balitbang Kementerian PUPR menyelenggarakan acara Kolokium 2016 berisi sejumlah diskusi yang membahas hasil penemuan-penemuan sektor konstruksi.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me