90 Persen Dana Pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu dari China

Big Banner

MEDAN, KOMPAS.com – Porsi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu lebih banyak dikerjakan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR).

Artinya, pemerintah bertanggung jawab atas dana pembangunan tersebut. Pada prosesnya, pemerintah mendapatkan pinjaman dari China dan memenuhi hampir seluruh kebutuhan dana.

“Dari total investasi Rp 1,4 triliun, China membiayai 90 persen,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hediyanto W Husaini di Medan, Senin (29/2/2016).

Jika dirata-ratakan, kata Hediyanto, per kilometer membutuhkan dana Rp 80 miliar. Dengan demikian, tol sepanjang 17 kilometer ini, membutuhkan total Rp 1,4 triliun.

Sejatinya, China terpincut memberikan pinjaman untuk pembangunan ruas Medan-Kualanamu, sejak zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Meski demikian, Hediyanto menolak jika Indonesia terlalu bergantung pada China. Alasannya, yang dibiayai China hanya 17 kilometer. Sementara ruas Medan-Kualanamu merupakan bagian dari ruas Tol Medan-Tebing Tinggi dengan total panjang 61,7 kilometer.

Sementara Seksi Tanjung Morawa (Medan)-Perbarakan-Kualanamu sepanjang 17,80 kilometer pembangunannya dilakukan oleh Pemerintah. Sisanya, sepanjang 43,90 kilometer akan dibangun oleh PT Jasamarga Kualanamu Toll yang dibagi dalam 2 Seksi yaitu Seksi I Perbarakan-Lubuk Pakam, dan Seksi II Lubuk Pakam-Tebing Tinggi.

Sampai saat ini, progres kontruksinya telah mencapai 6 persen dengan pembebasan tanah telah mencapai 85,98 persen. Ditargetkan ruas tol ini akan beroperasi pada Tahun 2017.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me