Rumah Pintar Kian Berprospek Jual

Big Banner

Memiliki rumah pintar atau biasa disebut smart home, tentunya mengasyikkan, bukan? Kita tak perlu lagi serenteng kunci pintu rumah. Mengatur suhu ruangan, menyalakan peralatan elektronik, hingga memantau keamanan rumah pun tinggal klik fitur rumah pintar.

Ya, rumah pintar memang menerapkan sistem otomatisasi untuk beragam keperluan. Ada empat sistem yang kerap dipakai untuk menunjang operasional rumah pintar.

Keempat sistem tersebut yakni jaringan kabel khusus aplikasi (structured wiring), menumpang jaringan listrik rumah, memanfaatkan teknologi wireless (wi-fi), atau memakai jaringan kabel telepon. Sistem structured wiring hanya bisa dipakai untuk rumah baru, karena harus dipasang bersamaan dengan pembangunan rumah.

Untuk prinsip kerjanya, semua sistem sama saja, yaitu dengan menghubungkan beragam piranti dalam satu jaringan komunikasi dan kendali. Penghuni rumah pintar tinggal berbekal remote control atau gadget untuk mengatur dan menggunakan beragam peralatan tersebut.

Baca juga: 2016, Rumah Pintar Makin Trendi

Karena semua jenis sistem yang dipakai untuk rumah pintar memerlukan aliran listrik, maka  listrik harus selalu tersedia. Maka itu, setiap rumah pintar harus memiliki uninterruptible power supply (UPS) sebagai pemasok listrik cadangan ketika listrik utama mati.

Selain itu, penting diketahui bahwa semua peralatan rumah pintar cenderung sensitif, termasuk terhadap arus listrik. UPS untuk rumah pintar pun sebaiknya dipastikan bisa mengantisipasi berbagai masalah kelistrikan, semisal lonjakan voltase.

Rumah pintar juga membutuhkan UPS yang memiliki sistem manajemen daya yang mumpuni. Lebih baik lagi bila manajemen daya tersebut juga ramah lingkungan dan juga memiliki umur baterai yang panjang dengan kinerja tetap optimal.

Baca juga: Kulkas Ajaib Berteknologi Ketukan

Menurut kompas.com, pasar rumah pintar diperkirakan akan terus menanjak. Merujuk data Allied Market Research pada akhir tahun lalu, pasar peralatan pendukung rumah pintar akan menghasilkan tak kurang dari 38,35 miliar dollar AS atau setara Rp500 triliun pada 2020.

Hingga kini Amerika Serikat dan Eropa masih mendominasi pasar rumah pintar dan piranti penunjangnya. Namun, pada 2018 diprediksi pasar akan bergeser ke kawasan negara-negara berkembang.

Di Indonesia, rumah pintar bisa ditemukan di kawasan Serpong dan Cibubur. (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me