Bisnis Properti Berkembang, Yogyakarta Tetapkan Perda Rumah Susun

Big Banner

Yogyakarta – Seiring dengan maraknya pertumbuhan rumah tinggal bertingkat di Kota Yogyakarta, DPRD Kota Yogyakarta akhirnya menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Rumah Susun (Rusun).

Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Perda Rusun, Tatang Setiawan, Perda tersebut sebenarnya selsai dibahas tahun lalu. Namun karena muncul kasus apartemen ‘bodong’ di sejumlah wilayah, Perda Rusun membutuhkan perubahan, khususnya pada aturan pendirian Rusun, khususnya jenis apartemen.

“Sekarang Pemkot harus melakukan pengawasan. Yang jelas semua aspek sudah kami atur dengan rigid,” katanya, Rabu (2/3).

Dikatakan, empat jenis Rusun yang diatur meliputi Rusun umum, khusus, negara dan komersial. Apartemen milik pengembang swasta, masuk kategori rusun komersial dan untuk menghindari kasus apartemen ‘bodong’, maka setiap pengembang yang hendak melakukan pemasaran wajib membuat pengikatan jual beli.

Pengikatan jual beli tersebut baru bisa dilakukan jika pengembang sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), status tanah sudah jelas serta keterbangunan sudah mencapai 20 persen.

“Jangan sampai terulang, izin belum turun namun sudah dijual kemana-mana. Konsumen harus mendapatkan perlindungan,” ucap Tatang.

Suara Pembaruan

Fuska Sani Evani/FER

Suara Pembaruan

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me