Ini Langkah PU-Pera untuk Meminimalisir Banjir

Big Banner

Salah satu penyebab timbulnya banjir khususnya di daerah aliran sungai adalah kapasitas pengendali banjir yang tersedia tidak mampu menampung air hujan yang intensitasnya tinggi dan cenderung meningkat pada tahun ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) bersama kementerian/lembaga lain serta masyarakat melakukan penanganan masalah banjir secara konsisten. Dirjen SDA Kementerian PU-Pera Mudjiadi mengatakan, banjir tidak mungkin dapat dihilangkan kecuali diminimalisir genangannya.

“Desain kapasitas pengendali banjir dengan intensitas hujan kita rata-rata pada kisaran 150–180 mm. Yang terjadi saat ini antara  200–400 mm. Intensitas hujan terkadang turun kadang naik. Banjir yang kemarin terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat mencapai 300 mm,” jelas Mudjiadi seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

BACA JUGA : TIPS MEMANFAATKAN AIR HUJAN UNTUK KEBUTUHAN RUMAH TANGGA

Guna meminimalisir banjir, tata ruang harus dikendalikan untuk meminimalisir genangan air hujan. Daerah tangkapan dan resapan air perlu benar-benar dilestarikan, keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) I wilayah perkotaan seperti Jakarta minimal sebesar 30 persen, keberadaan bangunan tinggi atau “hutan beton” di perkotaan disertai dengan adanya kolam resapan, lubang biopori, dan sumur resapan, serta Daerah Aliran Sungai (DAS) dari hulu hingga hilir wajib dipelihara.

Menyiapkan pencegahan bukan hanya dilakukan pada saat terjadinya banjir, tindakan pencegahan juga dilakukan sebelum dan sesudah banjir terjadi.

Ditjen SDA pun sudah membentuk Tim Piket Banjir yang tersebar ke 33 Balai Wilayah Sungai Kementerian PU-Pera di seluruh provinsi di Indonesia. Pembentukan tim ini bertujuan agar setiap kali tanggul sungai rusak, longsor dapat cepat teratasi. Selain itu, perbaikan yang sifatnya permanen seperti rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan pengendali banjir dapat terus dilakukan.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me