Kawasan Sekunder Bersinar, Persaingan Tambah Ketat

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Kawasan sekunder di luar Central Business District (CBD) Jakarta semakin diminati sebagai tempat berkantor. Pertumbuhan pasar perkantoran sudah merata ke seluruh wilayah. Koridor Simatupang,  Jakarta Selatan, adalah salah satu wilayah yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis sektor perkantoran dan merupakan the second address setelah CBD Sudirman, Thamrin, dan Kuningan.

Majalah Properti Indonesia (MPI) mengulas permintaan dan penawaran gedung perkantoran edisi Agustus 2015. Disebutkan  pembangunan gedung baru di berlangsung sporadis, masif dan sangat intensif. Akselerasi cepat kawasan TB Simatupang dipicu oleh harga sewa dan jual yang terhitung lebih kompetitif ketimbang di CBD Sudirman, Kuningan, dan Thamrin.

Harga perkantoran di koridor TB Simatupang separuh lebih murah dibandingkan harga kantor di pusat kota sehingga banyak perusahaan yang mengalihkan orientasi ekspansinya ke koridor TB Simatupang.  Selain harga, aturan lalu lintas 3 in 1 dan dikelilingi fasilitas publik macam rumah sakit, pusat belanja, dan sekolah juga menjadi pertimbangan. Apalagi, koridor TB Simatupang lebih terbuka karena dilintasi jalur tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Menurut data Colliers International Indonesia, hingga 2018 mendatang perkantoran di koridor TB Simatupang bertambah seluas 1.365.427 m2. Sementara sampai kuartal III 2014, perkantoran eksisting di koridor TB Simatupang sudah menembus posisi 2.396.674 m2.

Kini kawasan TB Simatupang memiliki beberapa pesaing. Antara lain kawasan Puri Indah, Jakarta Barat, yang diprediksi bakal menyamai reputasi koridor TB Simatupang. Puri Indah menjadi vital karena lokasinya strategis untuk pengembangan bisnis. Tersambungnya jalur Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1-W2 yang tersentralisasi di persimpangan Puri Indah, semakin mendongkrak minat investor dan pasar pada koridor ini.

Aksesibilitas menuju seluruh wilayah Jakarta melalui tol, dan kedekatannya dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta dan pelabuhan laut Tanjung Priok, memberi nilai lebih kawasan Puri Indah. CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono me ngatakan, Puri Indah berpe luang tumbuh pesat menyamai koridor Simatupang.

“Kondisi aktual Simatu pang sudah sangat padat dengan ak sesi bilitas terbatas pada JORR.  Pasokan perkantoran pun sangat banyak, sehingga memicu persaingan yang demikian ketat.,” ujar Hendra.

Kawasan lain yang akan menjadi pesaing Simatupang adalah Kemayoran, Jakarta Pusat yang pada awalnya merupakan bandar udara internasional ini memiliki berbagai keunggulan. Dekat dengan pusat pemerintahan tidak terlalu jauh dari kawasan CBD Jakarta dikelilingi kawasan perdagangan Mangga Dua, Pasar Baru, Senen, Kelapa Gading, dan Sunter.

Kemayoran memiliki akses langsung ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok sehingga menjadikan kawasan terpadu Kemayoran menjadi salah satu gerbang international ibu kota DKI Jakarta.  Kemayoran juga akan dikembangkan secara khusus sebagai sub sentra baru yang menampung kegiatan sektor perdagangan, perumahan, dan perkantoran.

Budiarsa Sastrawinata, President Director  PT Ciputra Residence, pengembang perkantoran Citra Towers di Kemayoran mengatakan kawasan Kemayoran adalah kawasan yang terencana dengan rencana induk/master plan pengembangan yang terpadu di mana berbagai aktivitas di atas terlayani oleh sarana/prasarana yang sangat memadai.

Seluruh kualitas ini akan mendorong nilai jual kawasan di masa mendatang. Dan saat ini harga perkantoran di Kemayoran lebih murah. Di CBD Jakarta saat ini harga jual perkantoran sekitar Rp45-50 juta per m2, sementara di Citra Towers hanya Rp30 juta per m2,” papar Budiarsa. (MPI YS).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me