Tol Antasari-Depok Terhubung Harga Tanah Melambung  

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Oktober 2015 menurunkan laporan  khususnya di rubrik infrastruktur tentang harga tanah yang sontak melambung pacsa terhubungnya jalan tol Antasari-Depok.

Jalan layang Pangeran Antasari yang dimulai dari Pertigaan TB Simatupang sampai kawasan Kemang, Jakarta Selatan tahun tahun 2010 jalan yang panjangnya sekitar lima kilometer yang menghubungkan Blok M-Jalan TB Simatupang, belum memiliki JLNT ( jalan layang nontol) seperti sekarang.

Tidak lama lagi, JLNT Antasari akan disambungkan dengan pembangunan jalan tol Depok yang merupakan bagian dari jalan tol Desar (Depok-Antasari). Pembebasan lahan untuk pembangunan lahannya terus dikebut.

Dari total 70 hektar lahan untuk pembangunan tahap I, Kementerian Pekerjaan Umum sudah membebaskan 52 hektar lahan milik warga. Bersamaan dengan itu pengerjaan konstruksi terus berjalan.

Seperti diungkap Ketua Tim Pembebasan Tanah Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) Kementerian Pekerjaan Umum Ambardi Effendy, secara keseluruhan pihaknya membutuhkan 175 hektar lahan untuk pembangunan jalan tol. Dari jumlah itu sudah dibebaskan 40 persen.

Menurut Direktur Utama Radinka Quatro Land, Erwinaryo, pengembang properti di kawasan tersebut, dengan direalisasikannya pembangunan ruas tol DepokAntasari, memiliki nilai strategis bagi pembangunan proyek properti di koridor Jalan TB Simatupang, Kemang, dan kawasan Antasari, Jakarta Selatan.

Dia memprediksi, pembangunan jalan tol akan mengerek harga tanah di kawasan Antasari dan Jalan TB.Simatupang sampai 20%. Saat ini harga jual tanah dikawasan Jalan Simatupang mencapai Rp20 juta hingga Rp30 juta per meter persegi.  Apabila harga tanah naik sebesar 20% diperkirakan harga tanah pada saat tol Antasari-Depok beroperasi bisa mencapai lebih dari Rp25 juta per meter persegi.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me