BTN-ITB Kerjasama Pengembangan  Masa Depan Rumah Rakyat

Big Banner

Bandung, mpi-update. Kebutuhan rumah di Indonesia tergolong tinggi. Pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut yang setiap tahun terus bertambah. Peran serta banyak pihak untuk mencari terobosan bagi pemenuhan kebutuhan rumah rakyatsemakin penting.

Dalamkaitan tersebut BTN mengajak dunia pendidikan mengambil peran dalam pengembangan ini. Guna memunculkan ide dan gagasan serta solusi penyediaan rumah rakyat. Demikian Maryono Direktur Utama BTN menjelaskan usaI melakukan penandatanganan MOU dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Tehnologi Bandung (SBM-ITB) di Bandung, Jum’at (23/10).

Naskah MOU ditandatangani oleh Maryono, Direktur Utama Bank BTN dan Prof.Dr.Sudarso Kaderi Wiryono, Dekan SBM-ITB. Kerjasama lebih dimaksudkan untuk pengembangan program pembelajaran pembiayaan perumahan. Adapun ruang lingkup MOU tersebut meliputi  penyelenggaran program pelatihan, konsultasi pengembangan property dan riset untuk mendukung BTN Housing Finance Center (HFC).

Lembaga pedidikan BTN HFC kata Maryoso diharapkan ke depan akan memiliki modul pelatihan dan pembelajaran pembiayaan property dengan kualitas lebih dan teruji. SBM ITB diharapkan akan banyak memberikan peran disitu karena sesuai dengan kompetensi yang dimilki oleh lembaga pendidikan tersebut. Maryono juga berharap Sinergi ini menjadi sumbangan bagi negeri dalam pengembangan masa depan rumah rakyat Indonesia.

“Sebagai leader pembiayaan perumahan di Indonesia kami ingin agar BTN HFC menjadi motor penggerak dan pusat referensi property di Indonesia. Sesuai dengan tujuan didirikannya BTN HFC akan menjadi pengelola pusat pembelajaraan perbankan dan riset  perumahan yang profesional dan terkemuka di Indonesia. Ujar Maryono

Ditambahkan BTN HFC akan menjadi sumber inspirasi para pelaku bisnis di bidang pembiayaan perumahan. Menjawab kebutuhan bisnis pembiayaan perumahan apakah itu dari dunia perbankan ataupun para pelaku pembangunan perumahan, BTN HFC adalah tempatnya. Ini akan menjadi pusat menjawab kebutuhan masalah perumahan di Indonesia.

Terjadi ketimpangan pasokan dan permintaan perumahan di Indonesia. Tingginya permintaan tidak  berbanding lurus dengan ketersediaan rumah. Faktor penyebabnya juga  beragam. Mulai dari keterbatasan lahan, kebijakan yang kurang efektif, kemampuan pelaku usaha, serta mahalnya pasokan bahan baku menjadi aspek yang menghambat penyediaan rumah.

“Kami ingin semua permasalahan terkait dengan pembiayaan perumahan dapat diberikan solusi melalui hasil pengembangan BTN HFC usai kerjasama dengan SBM ITB. Disinilah kehadiran SBM ITB diharapkan dapat memberikan sentuhan dari apa yang sudah kami siapkan dalam BTN HFC agar bagaimana ke depan menjadi lebih sempurna. “”, jelas Maryono menambahkan.

Bank BTN tetap konsisten terhadap core business-nya dalam bidang pembiayaan perumahan. Berdasarkan data Triwulan II 2015  porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 89,52% atau sebesar Rp112,903 Triliun dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp126,125 Triliun. Sementara sisanya yang sebesar 10,48% atau sebesar Rp.13,223 Triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me