Melambatnya Harga Properti Residensial

Big Banner

Info Properti – Survei harga properti residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) pada triwulan kedua 2015 mengindikasikan adanya perlambatan harga properti residensial di pasar primer, baik secara triwulanan maupun tahunan. Hal itu tecermin dari indeks harga properti residensial pada triwulan kedua 2015, tumbuh sebesar 1,38% secara quartal to quartal (qtq) dan  5,95% year on year (yoy).

BI memprediksi melambatnya kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan ketiga 2015. Perlambatan kinerja properti juga terlihat dari pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan  kedua 2015 yakni sebesar 10,84%, (qtq), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang emencapai 26,62% (qtq). Perlambatan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe menengah.

Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial masih bersumber dari dana internal pengembang. Sebagian besar pengembang atau sebesar 62,57% menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usaha. Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh  kredit pembiayaan rumah (KPR). Sebanyak 72,20% responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil.

Sementara itu, Real Estate Indonesia (REI) meminta pihak terkait mendorong bisnis properti supaya bergairah. Menurut Sekretaris Jenderal REI Hari Raharta Sudrajat, salah satu cara yang dilakukan adalah BI tidak menahan suku bunga pada level tinggi yakni 7,5%, karena itu menekan sektor properti. Dia berharap BI menyesuaikan suku bunga acuan ke level yang lebih rendah. “Kami harapkan BI rate juga turun menjadi 5% atau 6%,” katanya.

infonitas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me