Pertumbuhan Properti Lesu

Big Banner

Info Properti – Pertumbuhan harga properti residensial di Indonesia menurun selama kuartal II tahun ini. Master Gold Century 21 Mediterania Group Handy Ho merasakan pertumbuhan yang melambat itu. Menurutnya hal ini terjadi, karena pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan global sehingga berdampak terhadap sektor usaha. “Tentunya hal itu berdampak juga pada penjualan properti di daerah Pluit, Muara Karang dan PIK,” jelasnya. Handy melanjutkan, situasi itu sesuai dengan pengamatan dan pembicaran dengan investor di tiga kawasan tersebut.

Seperti diketahui survei harga properti residensial (SHPR) Bank Indonesia kuartal II 2015, menyebut adanya perlambatan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer baik secara triwulanan maupun tahunan. Indeks harga properti residensial pada triwulan II-2015 tumbuh sebesar 1,38 persen secara kuartal (qtq) atau 5,95 persen secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 1,44 persen (qtq) atau 6,27 persen (yoy).

“Pada segmen hunian atau residensial lebih membaik di segmen menengah dan menengah bawah, perlambatan memang masih ada kemungkinan berlanjut dalam waktu dekat ini, terutama di segmen properti menengah atas,” ungkapnya.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial masih bersumber dari dana internal pengembang. Sebagian besar pengembang (62,57 persen) menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usahanya.Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan (KPR). Sebanyak 72,20 persen responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil.

Handy menyarankan agar tak terjadi perlambatan pada triwulan selanjutnya. Pemerintah segera mengambil kebijakan yang menyangkut pasar di dalam negeri.

infonitas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me