Wacana Kepemilikan Properti oleh WNA.

Big Banner

Info Brokerage – Rencana pemerintah yang mengizinkan warga negara asing (WNA) memiliki properti di Indonesia mendapat tanggapan beragam. Bagi principal Ray White Sumarecon Bekasi Herry Tan tidak ada masalah soal ini. Toh, yang dibeli harganya di atas Rp 5 miliar.

Untuk di Bekasi sendiri, kata Herry, jarang sekali hunian di atas Rp 5 miliar. Itupun yang berlaku untuk WNA adalah apartemen bukan landed house. Jadi WNA tidak bisa sembarangan beli seperti rumah tapak. Herry berharap, pemerintah mengelurkan kebijakan ini dengan tetap mempertimbangkan yang matang. Jangan sampai mengorbankan rakyatnya yg ingin beli rumah.

“Saya rasa di Bekasi belum ada apartemen di atas Rp 5 miliar. Jadi tak ngaruh sebenarnya. Apartemen di Bekasi paling mahal tak sampai Rp 1 miliar,” ujarnya.

Herry menambahkan, kebijakan itu multiefeknya bagi broker tidak ada. Justru akan menambah klien. Tadinya menjual produk kepada lokal, sekarang dapat menjual kepada klien internasional. “Mungkin dampaknya nanti berpengaruh ke developer-developer kecil. Kalau agen, justru kita happy karena dapat job tambahan untuk melayani orang asing,” imbuhnya.

Yohan Yan, deputy member broker Century 21 Metro memiliki pandangan tersendiri. Bekasi makin menarik untuk bisnis properti. Buktinya, mulai banyak developer-developer besar masuk Bekasi. Di Bekasi juga banyak ekspatriat. Kaum ekspatriat ini juga memiliki kebutuhan akan properti.

Menurutnya, kebijakan soal kepemilikan property oleh WNA sudah final. Properti yang dijual dengan hak pakai berbatas waktu yang akan diperbaharui. Bukan hak milik oleh WNA. “Saat ini kepemilikan baru hak pakai yang batasannya lagi ditinjau,” kata Yohan.

Baginya tidak masalah soal kepemilikan properti oleh WNA dengan status hak pakai. “Cukup baik, karena itu akan mendorong mempercepat penjualan properti serta akan  menunjukkan kinerja penjualan yang positif,” sambutnya.

infonitas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me