Izin Investasi Perumahan Dipangkas

Big Banner

Info Properti – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengatakan ada empat izin investasi di sektor infrastruktur yang dipangkas. Keempat jenis investasi itu adalah izin investasi dalam pembangunan perumahan, izin investasi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) minihidro, izin pemanfaatan air permukaan dan izin investasi di sektor jasa konstruksi.

 “Kini, izin investasi di perumahan dipangkas menjadi delapan saja. Masing-masing adalah izin lingkungan setempat, rencana umum tata ruang wilayah (RTRW), pemanfaatan lahan, izin prinsip, izin lokasi, izin badan lingkungan hidup, dampak lalu lintas dan pengesahan site plan. “Izin Amdal tidak perlu lagi karena kalau sudah ada dalam RTRW berarti sudah dihitung daya dukung dan daya tampung kawasannya,” katanya.

Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PU-Pera Poltak Sibuea menambahkan, untuk memangkas izin investasi di sektor perumahan, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kemudahan Perizinan dan Tata Cara Pencabutan Izin Pembangunan. “Perpresnya disiapkan oleh Kementerian Dalam Negeri,”  tegasnya.

Eddy Ganefo, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukinan Seluruh Indonesia (APERSI) mengatakan, rencana aturan itu akan menguntungkan pengembang kecil ataupun besar. Keuntungan pertama adalah jangka waktu pembangunan proyek menjadi sekitar 2 tahun dari rata-rata pembangunan selama 3 tahun-4 tahun. Keuntungan lainnya, waktu perizinan yang lebih singkat memberikan efisiensi proses izin.

infonitas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me