Sahkan UU Tapera, Gaji Pegawai akan Dipotong

Big Banner

Sebesar 3 persen penghasilan pegawai akan dipotong tiap bulannya untuk iuran Tapera. Pemotongan akan dilaksanakan 2 tahun setelah UU disahkan

JAKARTA – Pada Rapat Paripurna ke-19 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)  masa persidangan III tahun 2015-2016 hari ini, Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akhirnya disahkan menjadi Undang-Undang (UU) oleh DPR RI

Dengan adanya UU ini, maka tiap pegawai diwajibkan untuk menyisihkan uang penghasilan sebesar 3 persen untuk membayar iuran Tapera.

“Sekitar 2,5 persen dipotong dari gaji karyawan dan 0,5 pemberi kerja tapi itu maksimal,”  jelas Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin seperti dikutip dari Liputan6.com, Rabu (23/2/2016).

Pembayaran iuran tersebut nantinya akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP), dan menurut rencana pemotongan gaji ini akan efektif diberlakukan paling lambat 2 tahun setelah UU disahkan. 

“Pemotongan tidak ada di dalam UU. Pemerintah akan segera menerbitkan PP dan Badan Pengelola Tapera, jadi paling Februari 2018 diterapkan,” paparnya.

Syarif menjelaskan, uang yang disetorkan pegawai nantinya akan dikelola Badan Pengelola Tapera. Uang iuran tersebut akan digunakan membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan belum memiliki rumah. 

Sementara bagi masyarakat yang memiliki pengahasilan cukup dan yang sudah punya rumah ketika pensiun, uang yang disetorkan akan dibayarkan kembali dengan jumlah sesuai setoran beserta bunganya. “Jadi tidak ada yang dirugikan, seperti simpan uang saja,” tutupnya.

infonitas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me