Pengembang Malaysia Pasarkan Proyek KL Nine di Indonesia

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Pengembang asal Malaysia, MRCB Land, memasarkan proyek superblok KL Nine Seputeh di Indonesia dengan menggandeng beberapa perusahaan broker properti lokal, antara lain ERA Vigo, ERA Max, ERA Prospek dan Firstchoice yang dikoordinir Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPD DKI Jakarta.

Rencananya, MRCB Land akan me-launching apartemen Nine Seputeh, yang merupakan bagian dari superblok KL Nine Seputeh, di Jakarta, tepatnya di Hotel Grand Hyatt, Krakatau Room, pada 7-8 November 2015.

“Kami optimis sebanyak 60% dari total unit apartemen akan diserap oleh investor asal Indonesia,” ujar Ridwan Goh, Managing Director ERA Vigo. MRCB Land menawarkan unit apartemen Nine Seputeh di tower A dan B yang masing-masing tower setinggi 44 lantai dan merangkum sebanyak 178 unit apartemen.

Tersedia beberapa pilihan unit yang dipasarkan, mulai dari yang berukuran dua kamar tidur (77 m2) sampai Penthouse. Harga yang dipatok untuk tiap unit berkisar RM10.000 (sekitar Rp30 juta). Untuk warga asing hanya boleh membeli unit dengan harga di atas RM1 juta (sekitar Rp3,2 miliar).

Kenneth Khoo, Senior Manager Sales and Marketing MRCB Land menjelaskan KL Nine Seputeh dikembangkan di atas lahan 7,1 hektar dengan total sembilan menara. Proyek ini merangkum delapan menara hunian vertikal, perkantoran (SOHO), ruang ritel, ruang kuliner, serta akses transportasi yang mumpuni. Pengembangan KL Nine Seputeh rencananya akan selesai semua 7 tahun mendatang.

Lebih lanjut Kenneth menuturkan, seiring dengan melemahnya mata uang Ringgit dan daya beli masyarakat, pihak pengembang harus memasarkan produk properti Malaysia ke mancanegara. Negara-negara yang menjadi target antara lain China, Hongkong, Jepang, Singapura, dan Indonesia.

“Malaysia banyak menjadi pilihan masyarakat Indonesia karena memiliki institusi pendidikan dan kesehatan setara Singapura, namun biayanya jauh lebih murah,” jelas Kenneth. Untuk menarik minat investor, MRCB Land menawarkan jaminan rental guarantee sebesar 15% untuk tiga tahun pertama setelah bangunan beroperasi kepada para pembeli.

Sementara Lukas Bong, member broker ERA Max yang juga Ketua DPD AREBI DKI Jakarta mengatakan, investor asal Indonesia meminati Malaysia karena harga propertinya jauh lebih rendah dibandingkan Singapura. Sehingga cocok bagi investor kelas menengah yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia. Harga properti di negeri jiran ini juga tak jauh berbeda dengan Jakarta. Harga properti di Malaysia relatif stabil, tidak melesat naik. Per tahun rata-rata naik 15%.

Di sisi lain, kata Ridwan, pembiayaan untuk warga negara asing di Malaysia juga cukup mudah. Melalui program Malaysia My Second Home (MM2H), warga negara asing bisa mengajukan pinjaman KPR (kredit pemilikan rumah) kepada pihak perbankan, hanya saja plafon pinjaman tak lebih dari 60%. YS

 

mpi-update.com