Pemerintah Kembangkan Skim KPR untuk Pekerja Informal

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), tengah mengembangkan Skim Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) untuk pekerja informal pada acara diskusi mengenai “Partnership opportunities within the national public housing agenda”, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (5/11).

Menurut  Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Maurin Sitorus, bahwa skim KPR untuk Pekerja Informal sebenarnya sudah dipraktekan di Palembang.

“Sudah ada praktek skim KPR untuk pekerja informal di Palembang akan tetapi dalam pelaksanaannya dijamin oleh pemerintah kota untuk mengurangi risiko yang akan dihadapi oleh perbankan. Selanjutnya kita akan mendorong pekerja informal untuk menabung terlebih dahulu baru mereka dapat mengakses kredit rumah dan jangka waktu yang diberikan pun sekitar lima sampai sepuluh tahun”, terang Maurin Sitorus.

Maurin juga mengatakan bahwa pelaksanaan praktek Skim KPR serupa juga sudah diterapkan untuk nelayan akan tetapi mengalami kegagalan. “Kegagalan tersebut dikarenakan tidak bisa diprediksinya pendapatan nelayan dan karena para nelayan memiliki  masa melaut dan tidak melaut. Tapi kami dari pemerintah akan terus berupaya untuk melakukan terobosan dan mengembangkan skim pembiayaan untuk pekerja informal dalam rangka mendapatkan rumah yang layak huni”, ujar Maurin.

Sementara itu, Direktur Mortgage and Consumer Lending, PT. Bank BTN (Persero), Mansyur S. Nasution, mengatakan bahwa sejak awal Program Sejuta Rumah dicanangkan, Bank BTN siap mendukung program tersebut.

“Hal ini dikarenakan memang menjadi tugas utama Bank BTN untuk membantu MBR mendapatkan rumah layak huni dan kami berharap semua stakeholder dapat bersinergi dengan baik dalam rangka menyukseskan program sejuta rumah”, seru Mansyur.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me