Mencari Titik Temu Penghuni Vs Pengelola Apartemen

Big Banner

Apartemen perlahan dan pasti mulai menyeruak dan menjadi kebutuhan sekaligus gaya hidup bagi orang Indonesia. Bersamaan dengan itu berbagai masalahpun mulai muncul. misalnya yang kerap terjadi adalah konflik antara pengelola dan penghuni.

Majalah Properti Indonesia edisi November 2015 menurunkan laporan tentang konflik yang kerap muncul antara penguhuni apartemen dengan pengelola secara lengkap dan bagaimana dasar-dasar hokum yang berlaku.

Disebutkan bahwa melonjaknya popularitas apartemen sebagai alternatif hunian baru bagi masyarakat diIndonesia, bukan berarti membuat hunian vertikal tersebut nyaris tanpa masalah. Tak jarang,Impian untuk hidup ideal di apartemen mesti berakhir menjadi bencana ketika kenyataan yang diharapkan justru tak sesuai rencana. Kisruh antara penghuni dan pengelola rumah susun pun bukan lagi cerita baru.

Tinggal  di apartemen bagi sebagian masyarakat perkotaan adalah impian. Selain, sebagai sarana investasi properti yang menjanjikan, banyak kalangan menganggap tinggal di apartemen jauh lebih praktis ketimbang tinggal di rumah tapak, karena posisinya yang terintegrasi langsung dengan pusat aktivitas bisnis. Maka bisa dimaklumi, ikon gaya hidup masyarakat modern cukup melekat dengan hunian jangkung ini.

Terkait, sarana investasi, misalnya. Pertumbuhan harga apartemen rata-rata mengalamikenaikan harga jual antara 10- 15 % per tahunnya. Bahkan, ketika ekonomi mengalami perlambatan seperti sekarang, apartemen diproyeksi tetap mampu memberi imbal hasil sewa sebesar 7 – 9% per tahun.

Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia dalam laporannya pertengahan Oktober 2015 lalu, menyebutkan, hingga kuartalIII 2015, total kumulatif proyek kondominium yang terbangun di kawasan Jabodetabekmencapai 155.242 unit.

Sementara, pasokan apartemen hingga 2019 mendatang akanmencapai 192.586 unit yang tersebar di beberapa wilayah seperti Tangerang, Bekasidan Depok. “Harga lahan di Jakarta yang terus melonjak, membuat banyak pengembangmemlih kawasan-kawasan penyangga sebagai lokasi pembangunan apartemen,”ujar Arief Rahardjo, Head of Research and  Advisory Cushman & Wakefi eld Indonesia.

Lalu apaka saja yang perludiperhatikan oleh calong pembeli apartemen agar terhindar dari masalah hokum? Selengkapnya Majalah Properti Indonesia (cetak) di rubric Fokus mengurainya secara lengkap. Segera dapatkan majalah Properti Indonesia di agen dan took-toko buku, atau di took e-ridermelalui; http://www.getscoop.com/id/search?s=PROPERTI+Indonesia  atau di http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia

mpi-update.com