AREBI Gelar The Biggest Real Estate Summit 2015

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Sebelum pelaksanaan Rakernas, Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI)    menggelar The Biggest Real Estate Summit 2015, Rabu (25/11) Kegiatan yang dihadiri sekitar 700 anggota AREBI tersebut merupakan kegiatan untuk menjalin networking dan meningkatkan profesionalitas anggota AREBI. Sehingga anggota AREBI bisa terus bertambah pengetahuan dan kemampuannya yang tentu akan berguna saat bekerja.

Tema yang dibahas dalam The Biggest Real Estate Summit 2015 adalah “The Future of Property, Challenges and Opportunities”. Tampil sebagai pembicara antara lain Djoko Slamet Utomo (Wakil Ketua Umum DPP REI), Tai Horikawa (Director PT Tokyu Land Indonesia), David Sumual (Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk.) Robert Yapari (CEO PT Pancakarya Griyatama), Ishak Chandra (Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land), Ivy Wong (Director PT Pakuwon Jati Tbk.), Hendry Tamzel (Associate Director Ciputra Group), dan Panangian Simanungkalit (Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia/PSPI).

Para pembicara optimis ke depan pasar properti akan terus membaik seiring dengan upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. Selain itu juga karena kebutuhan properti, khususnya hunian, sangat besar di mana masyarakat Indoesia saat ini masih banyak yang belum memiliki rumah.

Djoko Slamet Utomo, Wakil Ketua DPP REI mengatakan, industri properti diprediksi membaik pada 2016, seiring dengan pemulihan ekonomi nasional. Penjualan properti diperkirakan akan meningkat. Permintaan properti untuk segmen menengah atas maupun menengah bawah diprediksi akan tumbuh. Dan dampak dari deregulasi sejumlah kebijakan yang terkait dengan industri properti baru akan terasa pada 2016.

Sementara Panangian Simanungkalit memaparkan, kecemasan bahaya bubble property di Indonesia kurang beralasan. Sebab, porsi kredit properti di perbankan Indonesia saat ini kecil. “Jadi, kini sektor properti kita aman, tidak seperti menjelang crash tahun 1998-an. Dan sektor properti kita mulai bangkit di tahun 2016, dan booming di tahun 2018. Maka, buat investor, saatnya membeli sekarang untuk menjualnya di 2018,” kata Panangian.

Dalam acara The Biggest Real Estate Summit 2015 juga dibuat sesi motivasi yang diisi oleh Tanadi Santoso yang merupakan seorang  Business Motivational Speaker yang akan membahas strategi di masa sulit. “Diharapkan anggota AREBI setelah mengikuti  The Biggest Real Estate Summit 2015 ini bisa mempersiapkan strategi untuk menghadapi  tantangan dan meraih peluang bisnis properti di masa datang. Sehingga anggota AREBI bisnisnya bisa bertahan dan terus bertumbuh,” kata Hartono. AREBI berdiri sejak tahun 1992 dan saat ini memiliki 700 anggota yang tersebar di 9 DPD AREBI di Indonesia. YS

 

 

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me