Wilayah Selatan Jakarta Timur, Kawasan Baru Properti Sunrise

Big Banner

Jakarta, mpi-update.Rencana pembangunan infrastruktur transportasi darat yang segera direalisasikan Pemerintah pada beberapa wilayah di DKI  dan Bodetabek dinilai pengamat properti  Panangian Simanungkalit akan menciptakan pusat pertumbuhan properti baru di Jakarta.  Kemudahan akses yang ditimbulkan oleh kehadiran sarana infrastruktur transportasi tersebut akan membuat kawasan itu berkembang baik sebagai kawasan permukiman, maupun bisnis

“Dukungan sarana infrastruktur transportasi akan membuat sebuah kawasan makin berkembang. Apalagi jika kawasan tersebut pada dasarnya berada di lokasi yang cukup strategis baik untuk permukiman ataupun bsinis. Jadi, rencana pembangunan infrastruktur transportasi darat pada beberapa wilayah di DKI, seperti Light Rail Transit (LRT) akan  berpengaruh besar  bagi pertumbuhan bisnis properti di Jakarta ke depannya,” kata Panangian.

Seperti diketahui, untuk mengurangi kemacetan dan memperlancar pergerakan penduduk Jakarta dan wilayah sekitarnya (Bodetabek), Pemerintah Pusat bersama Pemprov DKI, dan melibatkan Pemkab Bogor, Pemkot Tangerang dan Pemkot Bekasi  sepakat membangun LRT. Pada tahap pertama, pembangunan mencakup 3 trase, yaitu Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer (Tahap I A) dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer (Tahap I B).Untuk tahap kedua, panjang total lintasan LRT mencapai 41,5 kilometer. Tahap kedua itu meliputi lintas layanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Palmerah-Grogol.

Kehadiran LRT ini juga akan diintegrasikan dengan sarana infrastruktur transportasi lainnya, seperti Mass Rapid Transport (MRT) yang proyeknya sedang berlangsung, jalan tol ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang sudah ada, serta Kereta Api Bandara yang segera direalisasikan.

Panangian menyebut wilayah Selatan di kawasan Jakarta Timur yang masih masuk dalam wilayah administrasi DKI Jakarta sebagai salah satu lokasi yang diuntungkan dengan kehadiran proyek infrastruktur tersebut. Selain dekat dengan akses tol Jagorawi dan JORR, lokasi kawasan akan makin strategis jika proyek LRT tahap pertama Cibubur-Cawang selesai.

Karena itu menurut dia, wilayah  Selatan dari kawasan Jakarta Timur ini sangat berpotensi menjadi wilayah pertumbuhan baru atau  properti sunrise yang baru di Jakarta. Apalagi wilayah tersebut selama ini belum banyak tersentuh oleh pengembangan properti besar seperti pembangunan apartemen dan kawasan superblok.

Panangian menilai, pengembangan permukiman vertikal dengan infrastruktur yang memadai dan dilengkapi fasilitas pendukung bagi masyarakat perkotaan modern, menjadi salah satu alternatif terbaik di kawasan ini. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan untuk mengembangkan kawasan superblok, kondominium, hotel, pusat perbelanjaan, dan office tower.

“Pengembangan konsep ini sangat dimungkinkan mengingat letak wilayah Selatan – Jakarta Timur yang memiliki akses mudah dari dan ke berbagai arah serta didukung oleh kelengkapan sarana transportasi yang akan mendukung pergerakan masyarakat ke pusat-pusat bisnis dan perkantoran di Jakarta, seperti kawasan kawasan segi tiga emas, Thamrin – Sudirman – Kuningan,” kata Panangian.

Selain itu, di kawasan tersebut masih dimungkinkan untuk menyediakan apartemen maupun kawasan superblok untuk kelas menengah, dengan harga di bawah Rp 500 juta. “Masih ada potensi untuk membangun properti kelas menengah di kawasan ini. Dan ini merupakan peluang menjanjikan bagi pengembang, karena pasar di kelas ini sangat besar untuk digarap,” tambah dia. Riz

 

mpi-update.com