Banten Dapat Jadi Provinsi Pertama Penuhi Backlog Perumahan

Big Banner

Banten, mpi-update. Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus ) membacakan sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Banten Tahun 2015 di Serpong, Banten.

Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR) bahwa acara tahunan ini diselenggarakan guna melakukan evaluasi DPD REI Banten , Senin (30/1) terhadap pelaksanaan program umum dan rencana tiga tahunan serta dalam menetapkan kebijakan selanjutnya, dengan tema  “Meningkatkan peran REI Banten Dalam Pemenuhan kebutuhan Rumah Untuk Rakyat”.

Dalam sambutan yang dibacakannya Dirjen Pembiayaan menyampaikan bahwa tema yang dipilih dalam Rakerda REI  Banten sangat relevan dengan permasalahan perumahan saat ini, kebutuhan rumah setiap tahunnya antara 800 ribu – 900 ribu unit pertahunnya, sedangkan yang dapat terpenuhinya hanya sekitar 400 ribu sampai 500 ribu, untuk itu kecenderungan backlog semakin meningkat setiap tahunnya.

Pemerintah saat ini kata Mourin, dalam segi penyediaan perumahan memiliki berbagai program khususnya untuk masyarakat seperti dengan adanya program pembangunan rumah khusus, rumah susun sewa bagi pekerja, dan adanya bantuan stimulan perumahan swadaya.

Sedangkan untuk pembiayaan perumahan saat ini memiliki tiga Skim fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain Program Fasilitas LikuiditaBanten s Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Selanjutnya Skim Subsidi Selisih Angsuran (SSA) dan tambahan Bantuan Uang Muka (BUM) sebesar 4 juta rupiah, diharapkan semakin meningkatkan daya beli masyarakat karena dari sisi supply pemerintah juga memberikan bantuan infrastruktur dalam bentuk bantuan PSU.

Tahun Depan Anggaran Untuk FLPP meningkat dari 5,1 Trilyun  menjadi 9, 3 Trilyun sedangkan untuk Skim Selisih Angsuran Alokasi Anggarannya 2 Trilyun, dan untuk Bantuan Uang Muka sebesar 1, 2 Trilyun.

Selain itu tantangan kenaikan harga rumah coba diminimalisir pemerintah supaya tidak meningkat terlalu tinggi dengan adanya Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun demikian menurutnya kunci dari keberhasilan program sejuta rumah adalah adanya sinergi dan koordinasi semua stakeholder, untuk itu pihaknya memberikan tantangan kepada Pengembang untuk melakukan pemenuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

“Pemenuhan rumah untuk MBR adalah tantangan bagi para pengembang, melihat prestasi yang telah dilakukan oleh provinsi Banten dalam program Sejuta rumah, kita ingin melihat provinsi Banten dapat menjadi provinsi pertama yang dapat memenuhi backlog perumahan di wilayahnya di Indonesia” ujar Maurin pada akhir sambutannya.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me