Tol Kunciran-Serpong Picu Kenaikan Lahan Hingga 15 %

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Desember 2015 di rubrik imprastruktur menulis tentang pembangunan tol Kunciran – Serpong. Disebutkan proyek ini akan memicu kenaikan lahan di sekitar jalah tol hingga 15%.

Menurut, Hendra Hartono CEO Leads Property Indonesia, sebuah perushaan konsultan properti bahwa , setiap akses baru  dari jalan tol selalu berdampak positif buat properti. Dia memprediksi kawasan yang diuntungkan dari pengembangan jalan tol Kunciran-Serpong adalah kawasan Serpong dan Bintaro.

Dia memprediksi kawasan yang diuntungkan dari pengembangan jalan tol Kunciran-Serpong adalah kawasan Serpong  dan Bintaro. “Tol Kunciran-Serpong yang merupakan bagian dari Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II dan diharapkan dapat mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di Tol Merak-Kebon Jeruk juga JORR 1. Ini adalah akses alternatif baru yang akan semakin mendorong terciptanya peluang di bisnis properti,” tutur Hendra.

Pendapat yang sama juga disampaikan Pendapat hendra ini bukan tanpa lan-dasan. Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto mengungkapkan, saat akses Tol Kunciran- Alam Sutera dibangun dan dioperasikan pada 2009. Area Alam Sutera harga lahannya terkerek naik dan properti di kawasan perumahan yang dikembangkan PT Alam Sutera Realty Tbk laku keras.

“Tanah komersial di Alam Sutera saat ini sudah berada pada level Rp 30 juta hingga Rp 35 juta per meter persegi. Sementara tanah perumahan sekitar Rp 25 juta per meter persegi. Sedangkan wilayah Kunciran yang masuk Summarecon Serpong sekitar Rp 15 juta per meter persegi,” beber Ferry.

Tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 kilometer dapat dimulai tahun 2016 mendatang. Jalan Tol Kunciran-Serpong merupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Terdiri dari delapan ruas tol dengan total panjang mencapai 145,3 kilometer.

Tujuh ruas tol lainnya yang termasuk jaringan Tol JORR II adalah Cengkareng- Kunciran 14,2 kilometer, Serpong-Cinere 10,1 kilometer, Cinere-Jagorawi 14,6 kilometer, Depok-Antasari 22,8 kilometer, Cimanggis- Cibitung 25,4 kilometer, Cibitung-Cilincing 33,9 kilometer, dan Cilincing-Tanjung Priok 12,1 kilometer.

Kementerian Pekerjaan Umum telah merencanakan pembangunan dengan investasi sebesar 3,17 triliun untuk membuat JORR II yang menghubungkan Bandara Soetta-Kunciran-Serpong-Cinere-Jagorawi-Cibitung-Cilincing-Tanjung Priok. Sisi barat dari ruas tol Cengkareng-Kunciran sepanjang 15,2 km memerlukan investasi Rp 3,49 triliun, kemudian Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km memerlukan investasi Rp 2,62 triliun. Untuk ruas Serpong-Cinere 10,14 km memerlukan investasi Rp 2,21 triliun, sedangkan ruas Cinere-Jagorawi sepanjang 14,6 km memerlukan investasi Rp 3,17 triliun. (Riz)

mpi-update.com