11 CEO Inspiratif Pilihan Majalah Properti  Indonesia

Big Banner

Jakarta, mpi-update.  Majalah Properti Indonesia edisi Desember 2015 menurunkan laporan utama mengenai kiprah dan kinerja 11 CEO di bisnis properti. Mereka dinilai telah memberikan inspirasi melalui kinerja dan sepak terjang dalam bisnisnya.

Ketangguhan, kecermatan, inovasi serta mengutamakan diferensiasi produk, menjadi keseharian mereka dalam berbisnis. Bukan yang terbaik, namun, merekalah segilintir pemimpin yang turut menginspirasi banyak orang di industri properti.

Setelah menunjukkan pertumbuhan substansial sejak empat tahun terakhir, pada 2014 pasar properti Indonesia akhirnya menyiratkan periode konsolidasi yang ditandai dengan terkoreksinya pertumbuhan di sektor padat modal ini. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global, khususnya di Cina yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik, menjadi salah satu faktor tergerusnya laju pertumbuhan tersebut. Kondisi ini, juga diperparah dengan melesatnya nilai suku bunga, pelemahan daya beli masyarakat, serta devaluasi Rupiah terhadap Dolar AS.

Yang menarik, alih-alih merunduk, kondisi ini justru disikapi sejumlah CEO di industri properti dengan tetap percaya diri untuk berekspansi dan melansir proyek-proyek baru. Nilai investasi yang mereka gelontorkan pun tidak sedikit, hingga triliunan rupiah.

Pengembang PT Lippo Karawaci Tbk. misalnya. Lewat anak usahanya Lippo Homes, sekoci bisnis milik taipan Mochtar Riyadi, ini baru saja, meluncurkan proyek menara apartemen Holland Village tahap 2 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Apartemen ekslusif ini terdiri dari 190 unit dengan luasan mulai dari 77 m2 hingga 149 m2.

Menyusul Lippo Karawaci, ada juga PT Bumi Serpong Damai, Tbk (BSDE) yang baru saja meluncurkan sentra bisnis baru di kawasan strategis Tangerang Selatan, bertajuk Intermoda BSD City. Berdiri di atas lahan terpadu seluas 25 hektar, Intermoda BSD City dirancang sebagai pusat aktivitas bisnis retail dan investasi modern pertama di Kawasan Serpong.

PT Ciputra Residence, PT Agung Podomoro Land Tbk. dan PT Paramount Enterprise International termasuk diantara pengembang-pengembang yang agresif membidani kelahiran portofolionya di sepanjang dua tahun terakhir. PT Ciputra Residence, anak usaha dari Grup Ciputra, setidaknya akan kembali meluncurkan empat proyek baru di awal tahun 2016. Diantaranya, mengusung konsep skala kota dan mixed use.

Kepercayaan diri tinggi Tak bisa dimungkiri, sederet proyek prestisius yang dilansir pengembang-pengembang tersebut tak terlepas dari peran seorang CEO. Banyak inovasi yang mereka dilakukan.

Banyak terobosan yang diaplikasikan. Intinya, kesuksesan besar yang mereka lakukan berhasil membawa perusahaan untuk beradaptasi dengan laju perkembangan industri makro yang dinamis.

Selain modal besar, salah satu kepercayaan diri para CEO tersebut tak lain, karena didukung oleh keyakinan yang kuat, jika gangguan krisis yang terjadi belum sampai pada tahap melumpuhkan perekonomian layaknya krisis moneter 1997-1998 silam.

Termasuk, keyakinan secara fundamental bila perekonomian dalam negeri sudah kukuh, yang salah satunya dapat dilihat dari tingginya tingkat konsumsi domestik. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 diproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan berada di kisaran 5,2%-5,6%, atau sedikit lebih baik dibandingkan tahun 2015, yang hanya 4,7%-5,1%. Perbaikan ekonomi ini diyakini akan ditopang oleh permintaan domestik terutama dari sisi investasi mengingat kondisi eksternal belum pulih secara signifikan. (HS/Riz).

edisi tersebut apat diperoleh di toko-toko buku dan melaluk versi digital di http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau di http://www.getscoop.com/index.php/majalah/properti-indonesia

 

mpi-update.com