2016, RE/MAX Indonesia Siap Hadapi Tantangan dan Raih Peluang

Big Banner

RE/MAX International, perusahaan agen real estate dari Amerika, yang telah hadir di Indonesia sejak awal tahun 2014, siap menghadapi tantangan dan meraih peluang di tahun 2016. Untuk itu di awal tahun 2016 ini, RE/MAX Indonesia menggelar dua event selama dua hari yakni International Property Seminar dengan Tema “How to Buy/Sell International Properties.” yang digelar Selasa (26/1) di Jakarta Design Center (JDC) dan RE/MAX Annual Convention 2016 yang digelar Rabu (27/1) di Grand Ballroom Ritz Carlton Kuningan, Jakarta.

 

“Dengan seminar ini, kami berharap dapat membuka investasi lintas negara yang begitu besar. Kami memiliki jaringan rekanan RE/MAX yang sangat besar di 100 negara. Seminar ini menambah wawasan untuk investor dan menambah pengetahuan broker dalam negeri untuk melakukan transaksi di negara sahabat. Lewat event ini, mereka bisa bekerjasama dengan jaringan kami di berbagai negara. Broker Indonesia haruslah dibekali wawasan untuk dapat memposisikan diri di tingkat internasional,” papar Monica Nardi, Chief Executive Officer (CEO) RE/MAX Indonesia.

 

Lebih lanjut Monica mengatakan, “Menghadapi MEA, dengan kemungkinan terjadinya foreign direct investment bidang properti, disikapi RE/MAX dengan menyiapkan kantor-kantor broker properti yang siap dengan peta kompetisi baru. Persiapan tersebut, disamping pembukaan kantor-kantor yang kuat (management, system, training, support dan genius IT), juga pola kerja yang tidak lagi hanya mengandalkan bisnis lokal, melainkan juga dikembangkan kedalam transaksi properti dunia.”

 

Para pembicara dalam seminar memaparkan bagaimana meraih peluang investasi serta bagaimana bertransaksi di luar negeri. Allen Jordan dari RE/MAX Goshen yang berbasis di Singapura dan Indonesia mengatakan, adanya kebijakan Pemerintah Singapura dalam meredam kepemilikan hunian bagi warga asing justru membuka peluang investasi properti di segmen komersial. Untuk segmen komersial, Allen mengatakan bahwa, pemerintah Singapura belum secara detail menerapkan kebijakan yang mempersulit warga asing memiliki properti komersial di Singapura. Lain halnya untuk kepemilikan hunian.

 

“Saat ini, pajak pembelian properti komersial di Singapura jauh lebih rendah ketimbang pajak hunian. Bahkan, harga sewa komersial di Singapura mengalami peningkatan setiap tahunnya,” ujar Allen. Apalagi Singapura, tambah Allen, yang dikenal sebagai salah satu negara ternyaman di Asia itu sangat berkomitmen dalam menata masterplan pengembangan kotanya. Dalam menarik minat investor asing, pemerintah Singapura juga tengah mengembangkan kawasan kota mandiri yaitu Tanjong Pagar. Lokasi tersebut kini dikenal sebagai Hot Spot Investment.

 

“Sejumlah pengembang ternama kini sudah mempersiapkan untuk mengembangkan kawasan tersebut. Bukan hanya Tanjong Pagar, pemerintah Singapura juga mempersiapkan kota mandiri lainnya yaitu Jarong. Pengembangan tersebut diyakini bakal menjadi Central Business District kedua yang bakal mendatangkan investor asing,” kata Allen seraya mengatakan alasan kuat Singapura masih menjadi incaran investasi paling menjanjikan di Asia, karena fundamental negara tersebut sangatlah kuat.

 

Sementara Justine Yu dari RE/MAX Korea memaparkan bagaimana gurihnya investasi di Korea Selatan. Justine mengatakan, tingginya minat investor asing melirik pasar properti Korea, Salah satunya adalah destinasi wisata yang menawan. Negara satu ini menawarkan konsep wisata, bukan hanya keindahan alamnya tapi juga entertaiment yang menarik.

 

“Saat ini, Korea tidak hanya semata-mata mengembangkan kawasan wisatanya saja tapi juga mengintegrasinya dengan memadukan budaya serta sejumlah hiburan,” terang Justine. Korea juga tengah mengembangkan kawasan mandiri di kota Busan. Rencananya, di kota tersebut akan bermunculan superblok serta kawasan hiburan. Justin mengatakan, hal terpenting dalam menarik minat investor asing, Korea menetapkan pajak yang lebih rendah.

 

Sebagai pilihan investasi, peluang investasi yang jauh lebih menarik juga ditawarkan di Australia. Negara satu ini juga menawarkan kemudahan bagi investor Asing. Bahkan, pemerintah Australia juga berperan sebagai lembaga penjamin bagi warga asing yang hendak memiliki properti di Australia. “Salah satu daya tarik dalam hal kepemilikan properti di Australia, calon pembeli cukup menyiapkan dana 10% dari harga jual properti. Harganya jauh lebih murah ketimbang di Singapura,” kupas Wigan Sugandi dari Capital Value International Group.

 

Tak heran, beberapa kota di Australia di kenal sebagai negara destinasi bagi pendatang asing. Karenanya, pertumbuhan properti di negara ini juga peluang investasi yang menjanjikan. Point terpenting bahwa, capital value jauh lebih tinggi dari beberapa negara termasuk di Indonesia.

 

Bukan hanya Australia yang memiliki capital value, pilihan investasi di Amerika pun jauh lebih menarik. Menurut NathanBrekken, Director Global Development RE/MAX LLC, bagi investor asing, Amerika memiliki daya tarik tersendiri. Selain menerapkan kebijakan transparan bagi pelaku bisnis, Amerika juga merupakan kiblat bagi pertumbuhan bisnis di dunia. Meski mengalami dampak krisis ekonomi paling dahsyat, namun Amerika dapat kembali pulih dan bergairah di sektor properti. Tak heran bahwa, semua penjuru dunia memimpikan warganya untuk dapat memiliki properti di Amerika.

 

 

RE/MAX Indonesia optimis 2016 lebih baik

RE/MAX Indonesia optimis bisnis broker properti tahun 2016 lebih baik dibandingkan tahun lalu walaupun tantangannya masih cukup besar. Monica mengatakan, faktor pendukung di tahun 2016 adalah mulai bergeraknya ekonomi yang dimulai oleh pemerintah melalui pembangunan infrastruktur. Untuk itu, RE/MAX Indonesia mematok target omset transaksi naik 20% di tahun 2016 dari pencapaian tahun lalu. ”RE/MAX Indonesia siap menghadapi tantangan dan meraih peluang di tahun 2016,” ujar Monica.

 

Monica menambahkan, RE/MAX Indonesia juga siap menghadapi MEA karena punya network di mayoritas negara yang tergabung dalam MEA yakni malaysia, Singapura, Philipina, dan Thailand. ”Mungkin kami yang paling siap karena hadir di hampir 100 negara,” kata Monica. RE/MAX Indonesia, lanjut Monica, juga optimis bisnis broker properti di Indonesia akan semakin tertib dengan adanya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti dan RE/MAX Indonesia mendukung Asosiasi Real Estate Broker Indonesuia (AREBI) dalam upaya meningkatkan kualitas dan kualifikasi broker properti di Indonesia.

 

Ditambahkan Janti Rusli, Managing Director RE/MAX Indonesia, sampai saat ini RE/MAX telah memiliki 15 kantorcabang dengan 200 marketing associate yang tersebar di berbagai kota di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Solo, Surabaya, Palembang, dan Bali. “Tahun 2016 ini kami menargetkan dapat menambah kantor cabang lagi hingga menjadi 30 kantor sampai akhir tahun,” kata Janti seraya mengatakan saat ini RE/MAX Indonesia lebih banyak melakukan transaksi di pasar sekunder, yakni mencapai 60%, sementara sisanya melakukan transaksi di pasar primer (40%).YS

mpi-update.com