PT Mega Manunggal Property Tbk, satu dari 4 Emiten Baru

Big Banner

Jakarta mpi-update. PT Mega Manunggal Property Tbk, adalah satu di antara 4 emiten baru di subsektor properti yang melantai di bursa efek Indonesia tahun ini. Emten dengan kode MMLP pada saat IPO menawarkan saham senilai Rp585 per lembar sebanyak  1,71 miliar saham.

Perusahaan ini bergerak dalam bidang  pengembang dan provider properti  logistik ini tercatat berdiri sejak 23 Agustus 2010. Sebelum penawaran perdana saham (initial public offering/IPO), saham perseroan yang digenggam oleh PT Mega  Mandiri Properti sebesar 99% dan Presiden Direktur PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) Hungkang Sutedja sebesar 1%.

Setelah IPO, pemegang saham perseroan perseroan  terdiri dari PT Mega Mandiri Properti (69,30%), Hungkang Sutedja (0,70%), dan publik (30%). Nominal saham masing-masing sebesar Rp100 per lembar dengan total modal Rp928,57 miliar.

Total kas dan setara kas perseroan mencapai Rp11,31 miliar pada 31 Desember 2014 dari setahun sebelumnya Rp6,36 miliar. Total aset MMLP per akhir tahun lalu mencapai Rp2,13 triliun dari sebelumnya Rp1,84 triliun. Liabilitas yang dimiliki Mega  Manunggal Property mencapai Rp690,96 miliar pada akhir tahun lalu dari sebelumnya Rp972,2 miliar. Ekuitas perseroan mencapai Rp6,39 triliun dari sebelumnya Rp5,43 triliun.

Sepanjang tahun lalu, MMLP meraup pendapatan Rp141,91 miliar, naik dari se belumnya Rp119,48 miliar. Laba kotor mencapai Rp128,83 miliar dari sebelumnya Rp113,54 miliar. Per 31 Desember 2014, Mega Manunggal Property mengantongi laba periode berjalan Rp286,72 miliar dari sebelumnya Rp90,53 miliar. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp286,43 miliar dari sebelumnya Rp90,53 miliar.

Sementara itu, pendapatan perseroan dikontribusi dari sewa sebesar Rp137,17 miliar atau mencapai 97% dari total pendapatan. Sisanya, sebesar Rp4,74 miliar setara dengan 3% diperoleh dari pendapatan lainnya.

Pada waktu IPO, perseroan memiliki total lahan 333.350 meter persegi dengan area yang dapat disewa 158.000 meter persegi, termasuk 90.000 meter persegi gudang NLA milik PT Unilever Indonesia.

Perseroan memiliki tiga aset di dua lokasi yakni Intirub Business Park di sekitar Bandara Halim Jakarta Timur dan Kawasan Industri MM2100 Cibitung Bekasi. Melalui IPO, MMLP mengantongi dana segar sebesar Rp1 triliun dengan kapitalisa-si pasar Rp3,34 triliun. Fernandus Chamsi,  Direktur Utama MMLP mengatakan dari dana IPO tersebut, sebesar 90 dari akan digunakan untuk akuisisi lahan. Sedangkan sisanya 10% akan digunakan untuk belanja modal kegiatan konstruksi perseroan dan anak perusahaan.

Fernandus mengungkapkan, tahun ini perseroan menargetkan akuisisi lahan seluas 50-60 hektare (ha) di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. “Selain di daerah Jabodetabek, kita optimalkan masuk ke Jawa Timur,” tuturnya.

Sementara dalam rencana jangka panjang, MMLP juga akan memperluas lahan ke Kalimantan dan Sulawesi. Namun, akuisisi lahan di kedua wilayah tersebut harus mencermati perkem bangan infrastruktur seperti jalan tol. Pasalnya okupansi jalan tol sangat berkaitan erat dengan bisnis logistik.  (MRR)

 

mpi-update.com