Kem-PUPR, Pembiayaan Perumahan 2016 Jauh Lebih Baik

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemPUPR) Maurin Sitorus, mengatakan bahwa pembiayaan perumahan tahun 2016 akan jauh lebih baik, dibandingkan tahun sebelumnya. Program Sejuta Rumah sudah masuk dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Pernyataan Maurin tersebut seperti dikutip dari Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Februari 2016,  didukung data bahwa pemerintah dalam hal ini Kemen-PUPR sudah mengajukan pagu indikatif untuk pembiayaan perumahan tahun 2016 ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Pagu Indikatif yang kita ajukan ke Kemenkeu adalah sebesar Rp. 9,3 triliun untuk KPR FLPP, sementara untuk subsidi selisih suku bunga sebesar 900 miliar”, papar Maurin.

Selain untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), KemenPUPR juga sedang merencanakan untuk memanjangkan jangka waktu maksimal kredit pemilikan rumah KPR 2016 dari 20 tahun menjadi 30 tahun.

Menurut Maurin, hal tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat yang bisa mengakses kredit rumah.  “Belum diterapkan, rencananya itu masih kita kaji dan melihat ya. Memang kalau jangka waktu itu kita panjangkan dari 20 tahun jadi 30 tahun, cicilannya jadi lebih murah dan masyarakat makin banyak yang masuk ke KPR,” ungkap Maurin. Maurin menambahkan, mengenai peraturan baru tersebut, pihaknya masih mengkaji. Jika tidak ada halangan, awal 2016 hasil kajian tersebut baru dapat keluar. (MRR)

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me