Survei BI; Harga Properti Komersial Tumbuh Melambat

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Survei berkala Bank Indonesia (BI) menunjukkan pada periode kwartal IV 2015 lalu perkembangan harga properti komersial menunjukkan tumbuh melambat secara triwulanan, namun meningkat secara tahunan.

Indeks Harga Properti Komersial pada triwulan IV-2015 meningkat 0,43% (qtq), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (0,64%, qtq). Melambatnya kenaikan harga properti secara triwulanan disebabkan oleh masih lemahnya permintaan terhadap hunian properti komersial.

Sementara itu secara tahunan, harga properti komersial meningkat lebih tinggi (27,11%, yoy) dari triwulan sebelumnya (26,02%,yoy).  Indeks pasokan properti komersial pada triwulan IV-2015 menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, dari 0,45% (qtq) menjadi 0,88% (qtq).

Pertumbuhan pasokan properti komersial terjadi di semua segmen,terutama apartemensebesar 5,48% (qtq) dan 23,20% (yoy)di wilayah Jakarta.  Perlambatan juga terjadi pada indeks permintaan properti komersial baik secara triwulanan (0,54%, qtq) maupun tahunan (13,63%, yoy). Perlambatanpermintaan terjadi pada segmen hotel, lahan industri, dan warehouse complex.

Metodologi  Perkembangan Properti Komersial merupakan analisa properti triwulanan yang dilaksanakan sejak Triwulan I-1996. Analisa tersebut mencakup 5 jenis properti komersial, yaitu: perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, dan lahan industri.

Pengumpulan data dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcing) dengan menghubungi responden secara langsung (face to face) atau melalui telepon, dan melakukan pencatatan data atas jumlah pasokan, tingkat hunian dan penjualan, serta harga jual dan tarif sewa properti komersial.

Pelaksanaan properti komersial mulai triwulan I-2014 melibatkan wilayah Batam. Pengolahan data dilakukan dengan metode rata-rata tertimbang terhadap luas atau jumlah unit masing-masing properti.

Paparan mengenai properti komersial bertujuan untuk mengetahui secara dini arah dan tekanan harga properti komersial sebagai salah satu indikator perkembangan inflasi harga aset. Sejak triwulan II-2014 melibatkan wilayah Makassar, dan sejak triwulan I-2015 melibatkan wilayah Medan, Semarang, dan Surabaya.

mpi-update.com